Ketulusan Dan Keikhlasanmu Cerminan Jiwa
Tagur ke-331
#TantanganGurusiana
Oleh. Ernawati, S.S
Posturnya tidak terlalu tinggi, kulitnya sawo matang dan berkacamata. Satu hal yang masih segar dalam ingatan saya beliau tak pernah marah walaupun banyak siswa yang menjahili. Perempuan tangguh bersuara lembut selalu menebarkan senyum kepada siapa saja. Pernah ada beberapa teman laki-laki sedang belajar bilang “Ibu masih muda kok giginya sudah ompong” kontan suasana lokal jadi riuh gelak tawa para siswa. Beliau sama sekali tak marah dan hanya melempar senyum ke arah kami semua.
Tidak sekali saja mereka mencandai beliau namun beliau selalu sabar. Perhatian dan kasih sayang beliau tetap tercurah meskipun banyak candaan dan cemoohan yang beliau terima. Beliau adalah wali kelas saya semasa duduk di kelas 3 SMA. Dari sekian banyak guru yang saya kenal semuanya baik-baik. Namun sosok wanita berkacamata itu sangat berarti bagi saya. Pasalnya berkat perhatian dan semangat pantang menyerah yang ia tularkan akhirnya saya mampu menghadapi segala persoalan hidup yang mendera.
Sebagai wali kelas beliau sangat perhatian dan menyayangi semua anak didiknya. Tidak pernah pilih kasih bahkan membeda-bedakan mana anak orang kaya dan orang tak berpunya. Semua sama bagi beliau bahkan beliau sangat pandai menyimpan rahasia. Sehingga senang curhat dengan beliau dijamin rahasia tidak akan pernah bocor. Pernah waktu itu lewat tanggal 10 saya disuruh pulang oleh pihak sekolah karena belum membayar SPP.
Alangkah sedih rasanya saya harus pulang, tidak boleh belajar padahal saya baru sampai di sekolah. Untuk pergi ke sekolah saja sebenarnya saya harus bersusah payah agar bisa sampai tepat waktu. Jangankan uang sekolah uang jajan saja saya tidak ada. Saya harus berjalan kaki dulu dua kilometer ke jalan raya baru ada kendaraan umum. Itu pun kalau punya uang. Sering saya menumpang dengan teman agar bisa sampai di sekolah.
Tanpa disadari butiran-butiran bening terasa hangat mengalir deras di pipi. Terbayang, saya tidak akan diizinkan belajar lagi sebab ayah sedang tidak punya uang. Penghasilan beliau sebagai penjual ayam kampung keliling tidaklah seberapa, hanya cukup untuk makan kami berlima dari hari ke hari. Bahkan pernah tak dapat uang sepersen pun. Di saat saya duduk termenung sendiri ibu walas menghampiri. Beliau mempersilakan saya masuk kelas. Senyumnya yang hangat dan tulus merangkul saya menuju kelas.
“Nak, ibu tahu kamu anak yang rajin, pasti kamu sangat ingin belajar. Masuklah, nanti jam istirahat temui ibu ya,” ujar beliau lembut. Kata-kata beliau membangkitkan semangat saya yang tadinya sudah mulai hilang. Beliau menarik lengan kanan saya. Tanpa berpikir panjang saya ikuti beliau masuk lokal. Sedang belajar pun beliau tak pernah menyebut-nyebut masalah SPP. Bahkan teman-teman tidak ada yang tahu sama sekali. Sehingga membuat saya nyaman belajar dengan beliau.
Sosok guru berhati mulia, beliau pun tidak mau menasehati siswa di depan guru-guru yang lain. Jika ada yang bersalah beliau juga tidak langsung menghakimi siswa tersebut di depan teman-temannya. Biasanya beliau akan memanggil siswa tersebut secara empat mata ke ruang BK (Bimbingan Konseling). Saya mengalami sendiri bagaimana tulus dan ihklasnya beliau mengayomi anak didiknya. Begitu pandai beliau menyentuh hati siswanya sehingga beban yang terasa jadi berkurang dengan sendirinya. Terasa jiwa plong setelah bercerita dengan beliau, solusi jitu mampu beliau sampaikan demi suksesnya anak didik beliau menuntut ilmu.
“ Nak, kegigihan dan kesungguh-sungguhanmu, akan membuatmu kelak akan berhasil jika kamu tetap belajar,” nasehat beliau sampai sekarang masih tetap saya pegang. Meskipun saya sekarang sudah berprofesi sama dengan beliau. Perhatian dan bantuan beliau sangat berarti dan berbekas sampai saat ini. Nasehat dan ketulusan hati beliau membantu baik secara materi maupun moril sudah menghantarkan saya meraih cita-cita. Meskipun sekitar dua tahun yang lalu beliau sudah dipanggil Ilahi namun teladan yang beliau berikan masih terpatri di hati. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh sang maha pencipta.
Puisi untuk Guruku
Matanya masih saja menatapku dari kejauhan
Semangatnya tak pernah tenggelam walau waktu mengikisnya
kekautan dan keikhlasannya
Membawaku tetap berdiri
Mengarungi bahtera pendidikan
Ketulusan dan keikhlasanmu
Teladan sempurna bagiku
Cerminan kalbu penyejuk jiwa
Profil Penulis
Ernawati, S.S adalah salah satu guru B. Indonesia di MAN Lima Puluh Kota biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang. Penghargaan sebagai Guru berprestasi Sejak tahun 2014 sampai 2016. Tahun 2018 kembali meraih Juara 1 sebagai guru MA berprestasi tk Sumbar. Dan pernah diundang sebagai pemakalah aktif karena hasil karya tulisnya lolos sebagai pemenang dalam simposium nasional Madrasah di Surabaya tahun 2019. Juara 3 lomba model pembelajaran inovatif TK Provinsi tahun 2019. Sekarang aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Juga Ketua KPPL kemenag Kab. Lima Puluh Kota. Sudah berhasil menulis 3 buah buku tunggal ber-ISBN 12 buku antologi bersama dengan penulis nasional.
Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Buku keduanya berjudul Suara Kalbu Pembasuh Nurani dan buku ketiganya berjudul Guru Kreatif Guru Produktif. Karya tulisnya sudah keluar sebagai pemenang lomba nasional sebanyak 10 buku. Diantaranya dibukukan sebagai meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar, Guru Penggerak dan Di rumah Aja, Pejuang Literasi, The Power of Kepekso, dan Literasi Keluarga dan Literasi Sekolah yang digelar Mediaguru Indonesia. Antologi Cerpen berjudul Jalan Pulang dan antologi Puisi TK nasional juga sudah ia hasilkan.
Beberapa Karya sastra dan ilmiahnya sudah di muat di media massa lokal dan nasional seperti di Haluan, Padang ekspres, Horison dan jurnal ilmiah nasional lainnya. sudah banyak melahirkan prestasi bidang kepenulisan dan kesastraan baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.
Guru B. Indonesia ini sejak tahun 2019 diamanahi sebagai ketua Komunitas Penulis Penggiat Lierasi Kemenag Kab. Lima Puluh Kota. Di bawah kepemimpinannya telah berhasil menginisiatori para guru dan siswa madrasah dan sekolah umum di Kabupaten/Kota Sumatera Barat dalam menulis buku melalui sagu sabu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan