Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Perlukan Guru Mengancam Nilai Siswa ?

Tagur 340

#TantanganGurusiana

Berprofesi sebagai guru di era pandemi ini seperti dua sisi mata uang. Apalagi selain guru juga sebagai orang tua. Berbahagialah jika seorang guru mempunyai anak yang rajin belajar dan mau mengerjakan semua tugas yang diberikan gurunya selama belajar daring. Namun lain halnya bagi anak guru yang malas mengerjakan tugas. Setiap diberikan tugas oleh gurunya ia selalu memberikan alasan tidak mengerti dan kurang paham dengan materi yang ditugaskan.

Alhasil bagi guru yang sayang anaknya, jika anak tidak mau mengerjakan tugasnya terpaksalah ia ambil ahli, bahkan ia yang menjawab semua tugas buah hatinya tersebut. Tetapi bagi guru yang ingin mengajarkan anaknya berbuat jujur ia tidak akan mau membantu mengerjakan tugas anaknya tersebut. Ia hanya mendorong dan mengingatkan agar segera menbuat tugas. Tentu hal ini juga tergantung anaknya. Syukurlah kalau si anak mau belajar sendiri, namun sayang sekali bagi anak yang sudah selalu dimotivasi dan disuruh membuat tugas hanya membiarkan tugas tersebut sehingga Si anak malas membuat tugas. Akhirnya nilainya tidak ada.

Dilema orang tua berprofesi sebagai guru terlebih jika anaknya sekolah di tempat ia mengajar. Banyak ditemui buah hati yang tertekan mentalnya gara-gara selalu di bully dan di beri tekanan oleh rekan sesama guru orang tuanya mengajar. Si anak merasa selalu diteror dan kata-katai dengan omongan yang menyinggung perasaannya. Seperti perkataan ancaman atau peringatan seorang guru sedang proses belajar mengajar “ nilai kalian tidak ada sangkut pautnya dengan apa pun, meskipun orang tuanya guru di sini”. Ternyata ucapan guru semacam ini akan melemahkan mental siswa yang ada orang tuanya mengajar di sekolah tersebut. Apa gunanya seorang guru memberikan peringatan seperti itu, bukannya si anak akan menjadi takut namun sebaliknya akan kesal dan malas belajar dengannya.

Seharusnya guru yang memilki sifat seperti itu sadar bahwa yang ia hadapi bukan anak-anak yang tidak mempunyai perasaan dan pikiran. Harusnya ia lebih profesional dalam mengajar. Ia harus ingat tugasnya bukan hanya mengajar tetapi mendidik. Jangan sombong terhadap siswa mentang-mentang ilmunya lebih tinggi dari siswanya. Didiklah siswa dengan hati agar ilmu yang disampaikan bermanfaat. Jangan biarkan siswa kita mendongkol karena ulah kita sendiri yang tidak pandai menjaga lisan. Guru yang baik jangan membeda-bedakan kepintaran dan latar belakang keluarga mereka. Harusnya berbuatlah sama jangan emosi atau keegoisan kita yang dikemukakan ke siswa. Jika terus dipertahankan dan merasa itu betul tunggulah kehancuran.

Satu hal lagi dalam sebuah lembaga atau instansi janganlah munculkan pembatas antar sesama. Anggaplah kita satu keluarga saling hormat menghormati dan harga mengargai. Kalau satu sakit yang lain peduli bukannya teman bersedih kita tertawa bahagia. berarti kalau ada guru yang seperti itu maka jiwanya perlu perkaya lagi dengan siraman rohani. Banyaklah belajar dan banyak membaca. Sedihnya pada sebuah lembaga semakin berkurang rasa kepedulian dan saling berempati antar sesama guru. Sudah jelas anak rekan kerjanya sendiri yang diajarnya masa tidak ada toleransi sedikit pun dalam memberikan nilai dan memutuskan sesuatu. Padahal si Anak sudah mengerjakan tugas meskipun tidak semuanya. Bahkan ia mau melakukan pembunuhan karakter terhadap rekan kerjanya sendiri demi menjaga keegoisan dirinya. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi lagi. Apalagi di era pandemi ini harus saling bersatu bergandengan tangan demi memajukan pendidikan anak bangsa.

Miris memang sesama guru tidak mau “batulak Ansua” demi mempertahankan idealismenya dalam memberikan nilai ke siswa, yang notabene siswa tersebut anak rekan kerjanya sendiri. Dimana hati kita sebagai seorang pendidik. Sudah jelas seharusnya anak teman anak kita juga. Sungguh hatinya entah dimana. Semoga kedepannya kita semua menjadi guru yang amanah dan mengedepankan hati dan keikhlasan. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post