Tetaplah menjadi Awan
Tagur ke-348
#TantanganGurusiana
Berkali-kali jemari memencet kesunyian
Kesunyian itu telah pergi
Keceriaan penuh semangat menguratkan cahaya
Katanya fatamorgana
Muncul rintihan kalbu tuk kembali
Tinggalah sepi, pergilah sunyi
Mentari menyambut datang pagi
Siang menjelang mengharap suka
Tinggallah lara pengundah gulana
Tataplah awan biru kecerahan
Untung di sana ada harapan
Mari lewati penuh seyuman
Jangan hitung pengorbanan
Biarlah waktu menentukan
Kubang, 29/12/2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan