Kerinduan Pengobat Dahaga
Pengorbananmu tiada terbilang
Pagi menjelang Ketika kokok ayam terdengar sayup
Bersama sepeda tua kakimu tak henti mengayuh
Menapaki jalan demi mencari sesuap nasi.
Jalan itu penuh bebatuan dan kerikil tajam
Namun semangatmu tak renta digerus zaman
Keluarga kecilmu setia menunggu
Mengharap hadirmu untuk Kembali
Menikmati aroma nuansa kasih
Bercengkrama dengan waktu
Kerinduan pengobat dahaga
Ayah namamu abadi di kalbu
Kubang, 08/02/2021
#Tagur 02
#TantanganGurusiana
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan