Penyulut Api Semangat
Pertama mengenalnya rasanya tak sanggup melanjutkan
Pertemuan demi pertemuan lebih jauh
Amat berat rasanya melangkahkan kaki dan tubuh ini
Lidah pun terasa kelu
Tak tahu apa yang akan diucapkan
Tak mampu berbuat banyak saking menumpuknya
Harapan dan tugas
Semakin terjal jalan kutempuh
Lurah dan ngarai menghiasi
Bebatuan kerikil pun jadi saksi
Pengorbanan berbalut rindu
Moga kelak berbuah manis
Pengobat Lelah dan gundah
Penyulut api semangat tetap berkobar
Kubang, 22/2/2021
#Tagur ke-15
#TantanganGurusiana
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan