Ramdhan Pertama Kebersamaan teindah
Ramadhan pertama berkumpul keluarga, semua aktivitas dilakukan dari rumah. Sungguh moment yang sangat berharga. Biasanya semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Pagi buta biasanya sudah berangkat ke tempat pekerjaan masing-masing. Anak-anak pergi ke sekolah, ayahnya pergi mencari nafkah. Ibu juga menuju ke tempat dinas. Bila sore menjelang barulah semua pulang berkumpul di rumah. Namun kali ini bulan penuh ampunan sudah menyatukan Kembali kebersamaan yang luar biasa. Anak-anak Bahagia kala duduk Bersama bercanda walau si bungsu sekali-kali merengek karena ulah usil abang sulung dan dua kakak perempuan yang memang suka mengerjai adiknya. Sesekali ibu tampak membela si adik yang masih balita itu. Suasana menjadi riuh kala ayah pulang bekerja membawa sekantong takjil buat berbuka Bersama. Semua berebutan takut tak kebagian. Ibu hanya tersenyum melihat putra putrinya yang mulai tumbuh dewasa.
“Ibu… Abang Adit ambil minuman Arfan. Marahi ia ibu…,”rengek manja Arfan mengundang tawa seisi rumah. Memang ia belum lancar betul bicaranya. Kadang masih telo lidahnya. Namun suasana seperti inilah yang kurindu. Sudah lama kami tak seperti ini. Pertama Ramadhan ternyata membuat semuanya menjadi hangat. Semoga kedepannya lebih bermakna dan ibadahnya lebih lagi.
kubang, 13/4/2021
Tagur ke-55
#Tantangangurusiana
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan