Ernawati, S.S

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Semarakan Ramadhan dengan Sedekah Nasi dan Berbagi Takjil

Oleh. Ernawati, S.S

Bulan Ramadhan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam sedunia. Bulan penuh kebaikan dan ampunan. Banyak hal yang dapat dilakukan sebelum masuknya bulan suci tersebut. Misalnya membersihkan hati dari segala perbuatan dosa iri dengki dan berburuk sangka dengan sesama manusia. Lain lubuk lain ikannya, setiap daerah mempunyai tradisi atau kebiasaan masing-masing yang dilakukan sebelum masuknya bulan penuh keberkahan tersebut. Misalnya di daerah penulis, sebelum datanganya bulan Ramadhan setiap keluarga mengadakan “Sadoka Nasi”. Hampir setiap keluarga mengajak orang lain untuk makan Bersama di rumahnya. Itulah maksud Sadoka Nasi, dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan bersedekah nasi. Artinya mengundang orang sekeliling untuk makan bersama. Caranya mengundang orang ke rumah kita guna untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan. Tak peduli berapa orang jumlahnya, namun bagi setiap masyarakat sudah menjadi kebiasaan rutin malaksanakan tradisi tersebut. Meskipun orang tersebut berekonomi lemah tetap melakukan acara basadoka nasi.

Bersedekah nasi biasanya hanya mengundang kaum laki-laki saja untuk makan bersama di rumahnya. Waktu pelaksanaan pun juga biasanya malam hari setelah shalat Magrib atau sesudah menunaikan shalat Isya. Seminggu sebelum puasa masyarakat sudah berlomba-lomba secara bergantian melaksanakan kegiatan tersebut. Sehingga bisa dipastikan tiap malam kaum laki-laki akan berpindah-pindah rumah untuk makan malamnya. Tentunya hal ini menarik dan patut di lestarikan. Karena selain bersedekah itu indah juga saling memupuk tali silaturahmi antar sesama tetangga. Hubungan baik akan tercipta, tidak ada lagi yang namanya tetangga usil atau tidak bertegur sapa.

Bukankan nabi Muhammad SAW menganjurkan agar memperbaiki hubungan dengan saudara kita termasuk tetangga kita sendiri sebelum menunaikan puasa di bulan Ramadhan. Disamping itu, bersedekah juga dapat membersihkan harta dari segala marah bahaya dan malapetaka. Begitu banyaknya prilaku terpuji yang dapat kita laksanakan sebelum masuk bulan penuh ampunan tersebut. Selama Ramadhan pun banyak hal yang bisa kita kerjakan agar puasa kita diterima oleh Allah SWT. Misalnya berbagi tulisan yang berisi kebaikan. Ini adalah satu pekerjaan yang ringan dilakukan dalam keadaan menahan hawa nafsu. Bisa saja kita sendiri yang menulis teks berisi kebaikan tersebut atau bisa juga didapatkan dari orang lain. Contohnya kita peroleh dari grub media sosial kita, seperti lafas zikir atau tulisan motivasi mengajak ke arah kebaikkan.

Jadi dengan program berbagi tulisan adalah cara ampuh dalam mengisi hari-hari selama menjalankan ibadah puasa. Goresan kebaikan yang kita tuliskan baik di media social maupun di blog Gurusiana merupakan kegiatan yang berpahala selama isi yang kita tuliskan itu mengandung nilai-nilai kebaikan. Tulisan tersebut bisa juga kita teruskan mengirimnya ke banyak grub, sehingga pahala sebagi penulis kita peroleh dan pahala untuk menyiarkannnya juga. Bukankah kita dianjurkan berbagi kebaikan kepada sesama ? itulah saatnya kita menjalankan sunah nabi Muhammad tersebut, menyampaikan kebaikan walaupun sedikit selama berisi kebenaran hal tersebut menjadi berpahala. Rajin-rajinlah menulis kebaikan walaupun hanya satu ayat, karena segala sesuatunya memang dimulai dari yang sedikit lama-lama menjadi bukit. Pepatah ini tampaknya masih berlaku dalam mencari ridha Allah.

Selain menulis, kegiatan rutin yang harus ditingkatkan selama Ramadhan yakni membaca Al quran dan menghafalnya. Targetkan satu hari minimal satu juz. Tahun lalu penulis sudah merasakan nikmatnya membaca ayat-ayat suci tersebut sehingga terasa ringan dan nyaman menjalankan ibadah puasa Ramadhan tersebut. Berbagi takjil juga salah satu tradisi di bulan suci tersebut. Istilah “ manta pabukoan” merupakan kebiasaan masyarakat Mungka Kab. Lima Puluh Kota Sumbar yang masih hidup sampai sekarang. Meski zaman sudah serba digital namun adat mengantarkan takjil untuk berbuka ke rumah karib kerabat setiap hari masih dilakukan. Hal ini tentunya juga memupuk rasa persaudaraan dan mempererat tali kekeluargaan antar anggota karib kerabat. Seperti paman dengan keponakan, anak dan menantu ataupun ipar dan besan.

Hal ini meskipun awalnya berangkat dari adat istiadat pada suatu daerah tertentu namun karena masyarakat Minangkabau terkenal dengan filosofi hidupnya “Adat bersendi syara’(agama), Syara’(agama) bersendi kitabullah (Al quran). Dari kalimat tersebut nyatalah bahwa adat budaya Minangkabau berlandaskan agama Islam, jadi semuanya mengajak untuk ke arah kebenaran dan kebaikan, termasuk di bulan Ramadhan.

Kubang, 10 April 2021

Tagur ke-53

#TantanganGurusiana

Biodata Penulis

Ernawati, S.S adalah salah satu guru MAN Lima Puluh Kota berprestasi tingkat provinsi Sumbar sejak 2014 hingga 2016, juga tahun 2018 berhasil kembali meraih juara 1, biasa disapa Erna. Beliau lahir di Kubang, 07Juni 1978, juga aktif sebagai Pembina OSIM dan ekstra Bengkel Sastra di MAN Lima Puluh Kota Sumbar. Karya tulisnya sudah dibukukan sebagai meraih pemenang Selamat Datang Mas Nadim, Medeka Belajar, Guru Penggerak dan Di rumah Aja yang digelar Mediaguru Indonesia. Buku pertamanya berjudul Jurus Ampuh Menulis Puisi. Buku keduanya berjudul Suara Kalbu Pembasuh Nurani dan buku ketiganya sedang proses terbit berjudul Guru Kreatif Guru Produktif. Karya sastra dan ilmiahnya banyak di muat di media massa lokal dan nasional seperti di Haluan, Padang ekspres, Horison dan jurnal ilmiah nasional lainnya. Beliau sudah banyak melahirkan prestasi bidang kepenulisan dan kesastraan baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Guru B. Indonesia ini selalu setia membimbing siswa-siswinya agar selalu berprestasi dan bermanfaat bagi orang lain. WA. **(censored)**Nomor Kartu Media Guru : 20191025-000675 email gurusiana : **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post