Nenek dan Ikan Gabus
Pada zaman dahulu hiduplah seorang nenek tua renta. Ia hidup sebatang kara. Sehari-hari ia bekerja mengumpulkan kayu api di hutan. Hidupnya sangat miskin untuk sehari-hari saja, ia harus mencari kayu api dulu baru bisa ditukarkannya dengan bahan makanan. Si nenek mempunyai tetangga yang pelit dan bersifat iri dengki, apapun yang dikerjakan orang ia ingin tahu. Musim panas datang, hutan dan sungai menjadi kering. Banyak ikan-ikan kehilangan air sebagai tempat tinggal. Ketika Si Nenek hendak menangkap ikan, tiba-tiba ia melihat seekor ikan gabus yang sangat besar. Alangkah kagetnya nenek karena baru kali ini ia melihat ikan yang bisa berbicara.
“Wahai nenek yang baik hati tolong saya,” suara itu membuat Nenek heran.
Awalnya si Nenek ragu-ragu. Ia kurang yakin ikan mampu berbicara.
“Hai Ikan Gabus, kenapa kamu bisa bicara?” nenek masih penasaran.
“Nanti akan saya ceritakan siapa saya, namun sekarang silakan bawa saya pulang ke rumah nenek agar tidak ada manusia lain melihat kita,” ujar ikan panjang lebar. Ia ambil ikan tersebut Lalu ia masukkan ke dalam kantong yang sudah diisi air kemudian ikan gabus tersebut ia bawa pulang dan sampai di rumah ikan tersebut ia masukkan ke dalam ember yang besar.
Bersambung….
Tagur ke-79
#TantanganGurusiana
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan