Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BONEKA ARWAH, TREN ATAU KONTEN?

BONEKA ARWAH, TREN ATAU KONTEN?

Tantangan menulis hari ke-7

Gebrakan Ivan Gunawan dengan mempublikasikan kedua boneka arwahnya sebagai bayi yang diperlakukan sebagai anak, saya nilai berhasil mendongkrak nama Ivan, dan produk itu sendiri. Entah, Ivan memelihara boneka tersebut karena memang benar-benar suka, seperti yang dia perlihatkan selama ini di media sosial, atau hanya sebuah materi untuk dijadikan konten semata. Maklum, zaman sekarang, kita sudah mulai kesulitan untuk dapat membedakan mana yang nyata, dan mana yang hanya muatan konten agar bisa mendongkrak popularitas, sehingga menghasilkan pundi-pundi yang tidak sedikit untuk mereka. Kalau memang untuk konten, saya lebih setuju karena itu hanyalah setingan. Kesuksesan Ivan mendongkrak tren memiliki spirit doll saya anggap sebagai sebuah kesuksesan marketing. Sebelum Ivan, banyak nama selebritas yang sudah punya duluan. Ada Celline Evangelista, Lucinta Luna, Ruben Onsu, Nora Alexandra, bahkan ada yangmenjadi orang tua asuh boneka arwah sebanyak 349 buah, dia Bernama Furi Harun. Namun ternyata boneka arwah sukses diangkat Ivan dengan karakter kuatnya sehingga tren memiliki boneka ini begitu cepat menyebar.

Meniru idola. Saya rasa sah-sah saja, apalagi apa yang ditiru memiliki nilai nominal yang mampu mengangkat prestise dan nilai tersendiri bagi mereka. Ada suatu kepuasan tersendiri, namun apabila yang ditirunya sudah agak sedikit dilihat “lain”, akhirnya akan meresahkan juga.

Boneka lazimnya dimainkan oleh anak-anak usia di bawah 9 tahunan. Bahkan menurut para ahli, Ketika anak-anak bermain bersama boneka, akan membantu mengembangkan emosional, lebih dewasa, pandai berkomunikasi karena lisannya sering terlatih dengan memainkan peran, bahkan berlatih memiliki rasa empati dan mampu mengembangkan imajinasi secara liar. Anak yang suka bermain boneka, kemampuan berceritanya akan lebih lancar. Namun Ketika boneka dimainkan oleh orang dewasa, justru banyak psikolog yang menyatakan hal yang sebaliknya. Kalau alasan kesepian, secara logika, lebih baik mereka berkomunikasi dengan sesama sehingga bisa saling mengisi. Kalau merasa mau curhat, bukankah lebih baik kita mencurahkan isi hati dengan Yang di Atas, ketika sudah sedikit sekali orang yang dapat kita percayai dengan apa yang kita curhatkan. Lain halnya jika mereka menganggap itu semata-mata sebagai hiburan, karena sesuatu yang tidak ditemukan di dunianya. selama tidak mengganggu dunia nyata, saya rasa tidak apa-apa.

Dampak ke masyarakat selalu menimbulkan pro dan kontra. Sesuatu yang sedang booming, selalu menimbulkan pro dan kontra, dan itu justru akan membuat produsen semakin diuntungkan. Semakin banyak yang kontra, maka akan membuat benda tersebut akan semakin muncul dan lantas semakin banyak orang yang menjadi tertarik untuk mengikuti tren ini.

Yang perlu kita sadari, jangan lupa, sesuatu yang berbau konten, selalu terkait dengan unsur hiburan dan marketing, bagaimana memanfaatkan fenomena ini menjadi sebuah konten sehingga dapat “menjual”, dan cerita-cerita ini yang akan menjadi bumbu. Kekuatan story telling menjadi ampuh. Boneka, mistis, menciptakan aroma mistis atau hiburan yang sangat dinanti oleh masyarakat Indonesia yang haus akan semua itu.

Jadi, Semua manusia memiliki komitmen masing-masing. Untuk Sebagian orang, boneka arwah dianggap sebagai sebuah boneka biasa, Sebagian lain tidak. Bagaimana dengan Anda?

Penulis adalah pengajar SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post