Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
GURU MENJADI KREATOR KONTEN, APA SALAHNYA?

GURU MENJADI KREATOR KONTEN, APA SALAHNYA?

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key 1

Filename: models/Post_m.php

Line Number: 806

Backtrace:

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/models/Post_m.php
Line: 806
Function: _error_handler

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/bima-themes/bima-timeline/module/post/public/single.php
Line: 42
Function: get_content

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/views/theme.php
Line: 61
Function: include

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/controllers/Post.php
Line: 327
Function: view

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/index.php
Line: 318
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: explode(): Passing null to parameter #2 ($string) of type string is deprecated

Filename: models/Post_m.php

Line Number: 806

Backtrace:

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/models/Post_m.php
Line: 806
Function: explode

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/bima-themes/bima-timeline/module/post/public/single.php
Line: 42
Function: get_content

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/views/theme.php
Line: 61
Function: include

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/application/controllers/Post.php
Line: 327
Function: view

File: /home/bima-community/htdocs/community.bima.co.id/index.php
Line: 318
Function: require_once

Tantangan menulis hari ke-22

Guru di masa lalu, sangat jauh bila dibandingkan dengan guru di zaman sekarang. Yang saya bayangkan, guru di masa puluhan tahun yang lalu hanyalah seorang guru yang fokus saja mengajar kepada peserta didiknya. Saya membayangkan seperti itu karena orang tua saya keduanya berasal dari dunia Pendidikan. Jadi, yang saya lihat sehari-hari, mereka hanya berkutat di dunia Pendidikan. Tetapi semakin ke sini, dunia seorang guru semakin terbuka lebar, dan merambah ke mana-mana. Barangkali zaman dahulu juga ada guru yang brrperan bukan hanya sekadar guru, tetapi di zaman sekarang, guru sangat mungkin menjadi apa saja dan siapa saja. Artinya guru yang bisa menjadi seorang pencipta konten, kreator konten. Apalagi di zaman yang serba digital ini, guru bisa menjadi multitugas, seperti Youtuber, Tiktokers, Selegram, pedagang,  model, dll. Dari  hal yang disebutkan pertama, dalam Youtube, dia bisa menjadi banyak memiliki peran. Bisa sebagai narasumber pendidikan, membuat konten memasak, beauty vlogger, konten drama, konten freak, dan semuanya mendatangkan cuan yang sangat melimpah. Bahkan, asal seseorang mengetahui kunci viral, dia akan mampu mendapatkan rupiah yang melimpah. Sebut saja @popobarbie, seorang Tiktokers, yang mampu meraup 50 juta per bulan, padahal kontennya hanya berpura-pura seperti orang yang setress, atau lebih gila lagi, Nikita mirzani, dari Instastory-nya, dia mampu meraup 3,5 Milyar dalam sehari. Seperti sebuah candaan, namun itu memang kenyataan. Itu pula sepertinya yang menjadi salah satu alasan banyak guru yang kemudian menambah pekerjaannya dengan menjadi seorang creator, walaupun bukan untuk menjual kepura-puraannya menjadi seseorang yang setress atau nyinyir, kemudian dijadikan sebuah konten.

Kemudian, dua tahun ke belakang, siapa sangka, akan datang virus Corona? Dengan adanya virus corona, maka pembelajaran otomatis harus dilakukan dengan cara daring, untuk memutus mata rantai virus. Dari kegiatan daring yang ternyata memakan waktu yang lumayan lama, guru-guru bangkit. Mungkin saja niat awalnya hanya untuk mengatasi cara pembelajaran yang paling efektif selama tidak boleh bertatap muka langsung dengan peserta didik. Akan tetapi semakin ke sini, ternyata pemikiran semakin berkembang.

Dimulai dengan mempelajari Zoom, Google meet, hamper seluruh guru mau tidak mau harus mengakrabkan diri supaya dapat mengoperasikan itu. Setelah itu, mulai mencari metode pembelajaran yang menarik sehingga siswa tidak jenuh Ketika belajar secara daring. Dari situ, guru mulai belajar membuat materi untuk pembelajaran dengan Teknik yang bermacam-macan dan ide-ide brilian kemudian bermunculan. Maka bermunculanlah guru yang menjadi konten creator. Semula untuk mencukupi kebutuhannya untuk para siswanya. Semakin ke sini, para guru tidak hanya membuat konten untuk siswa, namun kemudian membuat konten untuk sampingan yang ternyata menghasilkan pendapatan yang bisa melebihi gaji yang biasa diterima.

Bolehkah seorang guru menjadi kreator konten?

Tentu saja boleh, selama guru tersebut tidak melupakan dan atau lantas meninggalkan kewajiban utamanya sebagai pengajar, sehingga tidak ada peserta didik yang merasa terdzolimi. Selanjutnya, selama kontennya tidak menyalahi dan atau bertentangan dengan SARA, saya rasa boleh-boleh saja. Bahkan menurut saya, guru yang memiliki talenta sebagai kreator konten, adalah guru yang memiliki jiwa kreatiivitas yang sangat tinggi, karena mampu menuangkan ide-ide kreatifnya menjadi sebuah konten, yang tidak hanya dapat menghibur, tetapi juga dapat memberikan manfaat lain berupa Pendidikan. Jadi, mengapa tidak menjadi seorang kreator konten?

Penuis adalah Guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post