KETIKA PUTIH ABU TERCORENG OLEH PEMANDU LAGU DI PURWOREJO
Tantangan menulis hari ke-13
Tiba-tiba saja media sosial geger dengan adanya foto dan video yang tersebar di akun Instagram @lambeturah. Di akun tersebut diperlihatkan foto dan video para pemandu lagu yang mengenakan seragam putih abu. Lebih celakanya lagi, rok yang dikenakan jauh di atas paha dengan kerah bajunya yang dibuka kancingnya. Bahkan ada beberapa (semuanya 15 orang) yang bertato. Sontak saja aksi ini menuai kecaman di berbagai pihak, karena dinilai sudah mencoreng dunia Pendidikan di Indonesia yang notabene seragam SMA-nya berwarna putih abu. Pemilik karaoke menolak menyebutkan bahwa seragam tersebut bukan seragam SMA, dan itu hanya kebetulan saja warnanya sama. Walau sudah memberikan alasan, namun karena meresahkan akhirnya karaoke tersebut ditutup juga.
Ada beberapa pihak yang cenderung menilai bahwa yang dilakukan tempat karaoke itu wajar. Di luaran sana, banyak sekali tempat seperti itu memakaikan pakaian para pemandu lagunya dengan pakaian tematik/ hanya costplay*. Misalnya pakaian perawat, polisi, superhero, dll. Dan hal tersebut biasanya berupa masukan dari para klien kepada pihak pengelola. Tentu saja masukan tersebut diambil bahkan dijadikan teknik marketing sang pengelola guna memenuhi minat para pengunjung yang memiliki fetish* tertentu. Dari beberapa sumber, disebutkan bahwa para pelanggan sering kali meminta pengelola untuk mengadakan event dengan pakaian tematik.
Dian Puspitasari sebagai Direktur Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRJ-KJHAM) mengatakan bahwa penampilan pemandu lagu itu bisa dilaporkan ke pihak kepolisian karena menjadi LC merupakan pekerjaan terburuk anak yang dapat menempatkan anak rawan atau rentan mengalami eksploitasi, baik eksploitasi ekonomi dan seksual.
Wajar, banyak pihak yang kecewa dengan terjadinya hal tersebut, di saat para pendidik dan orang tua was-was dengan anak didiknya, malah di tempat yang berkonotasi negatif tersebut, pakaian seragamnya dipakai para pemandu lagu, dengan alasan kekompakan. Mengapa harus putih abu yang jelas-jelas warna pakaian resmi seragam sekolah SMA? Mengapa tidak warna yang lain?
Jangan kalian nodai warna kebanggaan anak SLTA kami dengan memakaikannya kepada para LC*. Jangan kalian nodai filosofi dan arti warna putih abu. Warna putih abu melambangkan seseorang yang sudah mulai stabil dan serius. Masa peralihan menuju pemikiran yang dewasa. Menurut SK Dirjen, pemilihan warna putih abu karena siswa SMA telah mencapai tingkat ketenangan. Sedangkan seragam putuh biru berarti rasa percaya diri, dan putih merah melambangkan semangat yang tinggi dan penuh energi.
Apapun alasannya, lebih baik tidak hanya menyesalkan pemakaian seragam putih abunya, akan tetapi juga menyikapi jenis pekerjaan tersebut yang sangat meresahkan. Semoga menjadi pengingat para pemangku jabatan untuk lebih dapat bersikap tegas.
Catatan:
LC: Lady Companion
Costplay: Berpenampilan lengkap sesuai dengan tema yang dibawakan, biasanya dilakukan oleh pecinta anime
Fetish: Salah satu kelainan seksual yang menyebabkan penderitanya memiliki gairah seksual terhadap benda mati, seperti sepatu, dasi, seragam, dll.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan