Mampukah Seuseuhanmu dan Seuseuhanku Bertemu dalam Jolang yang Sama?
Sisi Lain dari Serial Layangan Putus
(Tantangan Menulis Hari ke-1)
Kisah percintaan yang dapat kita simak dari novel, Wattpadd, Instagram, hingga Blog sebenarnya memiliki tema yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun apa yang dapat kita ambil dari series Layangan Putus? Mengapa serialnya demikian booming dan sangat bisa meraih hati pemirsa, padahal isinya drama rumah tangga biasa. Perselingkuhan, cinta segi tiga, dan anak yang menjadi objek, seperti halnya cerita-cerita sebelumnya yang pernah ada.
Drama serial yang mampu menguras emosi ini, memang tidak lepas dari acting para pemainnya yang ciamik. Bagaimana Reza Rahardian mampu memainkan karakter Arisnya, atau Anya Geraldine yang digadang-gadang sebagai pemain pemeran spesialis pelakor, dan tentu saja berkat seluruh kerja tim yang terlibat. Semua begitu kompak untuk menyukseskan proyek ini.
Sebetulnya, saya tahu cerita ini justru dari Facebook, yang begitu booming di tahun 2019. Asli, curhatan seorang emak-emak yang merasa terdzolimi oleh kelakuan suaminya yang seorang youtuber. Emak-emak itu Bernama pena Mom ASF, yang setiap hari rajin menulis di Facebook miliknya. Seorang perempuan yang lembut, cerdas (dia seorang dokter hewan), dan juga seorang muslim yang sangat menjaga auratnya. Dia merasa dikhianati oleh suaminya yang seorang Youtuber dengan konten islami. Suaminya memiliki hubungan khusus dengan seorang selegram cantik dan akhirnya menikah di Cappadocya, sebuah tempat yang begitu ingin Mom ASF singgahi, dan merupakan tempat impian mereka berdua. Betapa menyakitkan, sesuatu yang diimpikan bersama, malah dilaksanakan dengan wanita lain. Bahkan untuk bulan madunya. Demikian cerita Layangan Putus yang saya simak versi curhatan Facebook.
Adapun versi serial yang ada di WeTv, ceritanya sedikit berbeda tapi masih kental dengan cerita aslinya. Bedanya, sang istri (Kinan), tidak digambarkan sebagai sosok Muslimah yang sangat kuat agamanya dan beranak lima, namun ditampilkan sebagai seorang yang memiliki kepribadian yang sabar, Tangguh, dan kuat menghadapi hidup. Kinan memiliki seorang anak bernama Raya, dan sedang menantikan anak kedua, dan yang menjadi awal mula terbentuknya cinta segitiga adalah dengan hadirnya seorang psikolog anak yang menangani Raya. Awalnya Kinan tidak mencurigai Lidya Danira sebagai orang ketiga dari pernikahannya dengan Aris. Namun, akhirnya kedok Aris terbongkar juga setelah insting seorang istri yang begitu kuat dengan beberapa bukti yang mengarah ke sana. Dalam versi nyata, Kinan dan Aris bercerai, namun untuk versi serial WeTv, kita masih menunggu, apakah endingnya akan sama atau tidak.
Terlepas dari sama dan tidaknya di akhir, tetap bahwa serial ini diangkat berdasarkan dari kisah nyata. Cinta memang indah, dan mencintai orang yang salah terkadang sangat besar dorongannya. Saling mencintai walau sudah ada yang memiliki itu candu. Terkadang mengharapkan alasan untuk sebuah pembenaran. Pokoknya membicarakan masalah cinta tidak akan pernah habis untuk dikemas. Bagaimana seorang pelakor berusaha untuk merebut sang target demi bisa hidup bersama. Semua akan menjadi indah berdasarkan versi masing-masing.
Dari segi tontonan, memang sangat berhasil memainkan emosi penonton, namun sayangnya, di awal tayangan, film ini untuk orang dewasa. Ada peringatan bahwa “Film ini memiliki tema yang hanya pantas untuk usia 17 tahun atas. Nah, kalau untuk penonton ada peringatan untuk batas usia, bagaimana dengan pertimbangan untuk pemain anak, sedangkan di sana ada peran Raya yang jelas-jelas masih di bawah umur, sedangkan script yang harus dia hapal sangat sarat dekat dengan yang negatif.
Pemeran Raya mau tidak mau diharuskan mendalami cerita tentang keluarga yang tidak rukun. Penuh kebohongan (Aris membohongi Kinan) dengan berselingkuh. Ibu temannya, Brandon, juga berselingkuh untuk sebuah alasan yang terlalu pelik bagi anak. Ini tentunya sangat bertolak belakang dengan kemampuan kognitifnya yang meninggalkan ranah egosentris dan mementingkan hubungan sosial.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
