MENGENAL PENYAKIT OCD, JANGAN SAMPAI CIRI-CIRINYA ADA PADA ANDA!
Tantangan menulis hari ke-29
Pernahkah Anda merasa ingin melakukan sesuatu secara berulang-ulang? Merasakan kecemasan yang berlebihan, atau ketakutan yang tidak mendasar? Hati-hati, jangan-jangan Anda memiliki gejala pengidap OCD. Belakangan ini, penyakit OCD Kembali terdengar, Ketika ada pesohor kita, Aliando Syarif (Bintang sinetron yang Namanya sempat melambung di sinetron Ganteng-ganteng Srigala) mengumumkan bahwa dirinya pengidap OCD. Ternyata, selain dia, banyak juga yang terkena OCD. Leonardo de Caprio, David Becham, Donald Trump, Rina Nose, Prilly Ratuconcina adalah contoh lain.
Sebetulnya apa itu OCD, dan apa saja gejalanya.
Obsessive compulsive disorder atau OCD merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Jika hal itu tidak dilakukan, pengidap OCD akan merasa cemas, khawatir, dan ketakutan. Dikutip dari Healthline, gangguan OCD memiliki dua kategori gejala yaitu obsesif dan kompulsif dan bisa saja hanya mengalami satu jenis gejala dari keduanya. Seseorang yang mengidapnya kerap sulit melakukan rutinitas harian seperti kegiatan di sekolah, sosial, atau bahkan di tempat kerja.
Berikut beberapa ciri-ciri obsesif dan komplusif yang ditunjukkan dengan munculnya pikiran yang terus berulang dan sulit dihindari seperti:
1. Kekhawatiran tentang kuman, kotoran, atau penyakit
Orang yang mengidap penyakit OCD, memiliki rasa kekhawatiran yang sangat tinggi, apalagi tentang kuman, kotoran dan penyakit. Tak jarang mereka akan mengepel rumah berkali-kali, atau membetulkan sprei yang terlihat sedikit bergeser supaya terus terlihat rapi dan kencang. Mereka akan merasa dapurnya harus selalu kinclong, dan tidak membiarkan orang lain menyentuh dan menggunakan barang sebagaimana kalau kita bertamu. Membuat barang-barang harus selaras, teratur, atau simetris. Rasa cemas rumah menjadi berantakan dan harus terlihat rapi menjadi sesuatu yang menyiksa sehingga mereka cape sendiri. Bahkan mereka melihat sosok orang lain sebagai penyebar penyakit. Mereka tidak mau berdekatan dan depresi Ketika harus bersalaman atau sekadar bercakap-cakap karena parno akan tertular penyakit yang dibawa oleh lawan bicaranya.
2. Khawatir membuang barang
Kebiasaan menumpuk barang yang dianggap masih berguna tanpa Batasan justru akan memunculkan penyakit OCD. Ini sering kita jumpai, apalagi kaum ibu-ibu, yang selalu merasa saying jika barang yang dibelinya, diberikan kepada orang lain, atau dibuang. Bahkan untuk barang bekas sekalipun, misalnya kaleng susu yang sudah tidak ada isinya, disusun dan dibiarkan sampai menggunung dengan alasan mau dijadikan tempat yang bermanfaat, atau dijual kembali. Kenyataannya, sampai sekarang, barang itu menjadi sarang tikus.
3. Merasa ada yang mengganggu baik itu dari suara, gambar, atau kata
Sering, pengidap OCD merasakan hal-hal yang aneh. Melihat gambar menjadi seperti bergerak, atau seolah mengajak komunikasi, mendengar suara yang jelas-jelas tidak ada, atau bahkan mendengar kata, haraus diulang supaya jumlahnya menjadi genap. Jadi Ketika ada seseorang yang beerkata A, dalam hati si pengidao OCD merasa harus mengulangi kata A tersebut supaya tidak menjadi ganjil. Atau Ketika ada yang menengok ke kanan, dia merasa berkewajiban harus menengok ke kiri. Jadi Ketika hal tersebut tidak dilakukan, mereka akan merasa bersalah pada diri sendiri dan merasa berdosa.
4. Menghitung atau mengulangi frasa tertentu
Sama halnya dengan kata, mereka cenderung merasa ingin melakuka hal berulang-ulang degan menghitung frasa tertentu.
5. Menyentuh sesuatu beberapa kali
6. Mencari kepastian dari orang lain
7. Mengumpulkan barang-barang tertentu atau membeli beberapa barang yang sama
Tindakan kompulsif diperkirakan sebagai bentuk respons terhadap obsesi. Begitu obsesi muncul, seseorang yang mengalaminya mungkin merasa terdorong untuk mengambil tindakan tersebut supaya bisa meredakan kecemasan dan kesusahan yang ditimbulkan atau untuk menjaga agar pikiran obsesif itu tidak menjadi kenyataan. Tindakan tersebut bisa terus berulang sampai semuanya dianggap tampak benar. Jika merasa terus melakukan kesalahan maka tindakan itu akan diulang lagi dari awal sampai sempurna.
Ternyata penyebab OCD bisa terjadi karena Riwayat keluarga, karena OCD bersifat genetic, sehingga bisa jadi penyakit turunan, bisa pula dari pengalaman hidup dan kepribadian, dan yang paling berbahaya adalah karena adanya kelainan pada otak.
Semua itu memang perlu penanganan khusus dari dokter spesialis. Namun untuk yang gejala OCD-nya masih terbilang ringan, semua itu dapat sembuh dengan dilawan oleh diri sendiri dengan niat dan tekad yang kuat. Semoga bagi yang mengalami gejala OCD, dapat segera menyadari dan mampu menyembuhkanyya agar hidup lebih santai dan menyenangkan. Selamat berakhir pekan.
Penulis adalag Guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan