Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Robohnya Sekolah Kami, Gempa, dan Pegawai Behind The Screen

Robohnya Sekolah Kami, Gempa, dan Pegawai Behind The Screen

Tantangan hari ke-16

Gempa yang menimpa beberapa kota di Indonesia, beberapa tahun terakhir banyak yang menyebabkan robohnya bangunan, termasuk sekolah-sekolah, baik di desa maupun di kota. Kejadian tersebut memang tidak bisa kita hindari walaupun BMKG selalu memprediksi setiap bencana alam yang kemungkinan saja akan terjadi. Seperti yang kita ketahui, prediksi BMKG tidak 100% akurat. Ketidakakuratan tersebut diakui BMKG karena negara kita adalah negara ekuator yang memiliki kerumitan dan ketidakpastian yang lebih, dibandingkan dengan yang bukan negara ekuator. Lepas dari itu, kerusakan yang timbul akibat bencana alam, harus lebih kita waspadai, terlebih gempa yang beberapa hari kemarin juga menimpa saudara kita.

Akibat dari gempa, banyak bangunan sekolah yang ambruk, dan dikategorikan rusak parah. Rusaknya bangunan sekolah, tidak hanya terjadi karena gempa, akan tetapi bisa juga oleh bangunan yang sudah tua. Bangunan sekolah baru minimum dapat bertahan sampai dengan 20 tahunan, sehingga bahan bangunan yang digunakan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, apabila bangunan sekolah rusak sebelum batas minimum, dapat dipastikan berkaitan dengan bahan yang digunakan. Apalagi rusaknya bukan karena bencana alam. Yang terjadi di lapangan, banyak sekolah yang dibangun dengan asal-asalan, jauh dari standar yang ditentukan dan tentu saja sangat membahayakan kenyamanan warga sekolah. Hal tersebut karena bahan yang dipergunakan jauh dari kualitas yang bagus, dan ini terjadi karena unsur kesengajaan. Demi meraup keuntungan dan memperbanyak kocek pribadi para pemegang keputusan sampai rela berbuat seperti itu.

Selanjutnya perawatan bangunan menunjukkan lemahnya sistem perawatan yang dianggarkan oleh pemerintah. Proses pemeliharaan menjadi tidak begitu diperhatikan sehingga orientasi proyek menjadi sangat terasa. Bangunan yang tidak dirawat, bahkan banyak yang tidak memenuhi standar yang sudah ditentukan. Padahal standar bangunan sekolah sudah diatur dalam Permendikbud nomor 33 tahun 2019 tentang Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Dengan demikian diharapkan Pemerintah harus lebih teliti lagi di dalam mengawasi standar kelayakan sebuah bangunan, sarana dan prasarana Pendidikan, sehingga menghindari kejadian gedung sekolah ambruk, baik disebabkan oleh bencana alam (mengingat wilayah kita banyak yang rawan bencana), maupun oleh kenakalan para pegawai “Behind the screen”.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post