Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEMBILAN ORANG DINYATAKAN BATAL LOLOS CPNS TAHUN INI. MENGAPA TERJADI?

SEMBILAN ORANG DINYATAKAN BATAL LOLOS CPNS TAHUN INI. MENGAPA TERJADI?

Tantangan menulis hari ke-27

Tak dapat dibayangkan apabila kita mengalami kelulusan, namun tak jadi gara-gara tidak teliti. Hal itu menimpa 9 orang yang mengikuti tes CPNS di BKN kemarin. Gara-gara mereka tidak membuat DRH (Daftar Riwayat hidup) dan penyampaian kelengkapan dokumen bagi peserta yang dinyataan lulus dalam tahap akhir Seleksi CPNS 2021 dan telah dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 21 Januari 2022 melalui akun masing-masing peserta. Berdasarkan data pengisian DRH dan penyampaian kelengkapan dokumen CPNS BKN 2021 pada laman **(censored)** Sangat disayangkan, sebanyak 5 orang peserta menyatakan mengundurkan diri sebagai CPNS BKN 2021 dan 4 orang peserta lagi dianggap mengundurkan diri karena tidak melakukan pengisian DRH sampai batas waktu yang telah ditentukan. Hal itu selanjutnya dianggap sebagai kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman.

Sebelumnya disebutkan bahwa pengisian daftar Riwayat hidup dan kelengkapan dokumen bagi peserta yang lulus merupakan sebuah kewajiban, sehingga Ketika seseorang yang dinyatakan lulus tidak mengerjakan hal tersebut, maka dianggap mengundurkan diri dan tidak berhak mengikuti proses selanjutnya. Selanjutnya posisi mereka akan digantikan oleh peserta lain yang memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi nomor 27 tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil dan akan diumumkan kemudian.

Sepintas, membuat daftar Riwayat hidup memang selalu membuat enek, bikin malas dan cenderung membosankan karena isinya kita rasa hal yang sering ditanyakan, banyak, apalagi penuh dengan hapalan angka-angka yang harus diisi dengan sangat teliti, mulai dari NIP, NUPTK, nomor KK, alamat, dan sejumlah nomor-nomor yang membuat kita makin enggan untuk mengisinya. Begitu pula dengan dokumen-dokumen yang menjadi syarat kelulusan.

Saya cenderung anggapan, bahwa administrasi yang dibuat sangat banyak tersebut, bukan hanya sekadar kepentingan untuk pengisian saja, lebih jauh ternyata, hal tersebut dijadikan semacam uji kesabaran, ketelitian, kesungguhan bagi para pelamar. Hal ini berhubungan dengan psikologi pelamar. Nanti akan terdeteksi, siapa yang ceroboh, siapa yang sabar, yang rapi, dll. Sehingga memang hal yang menyangkut pemberkasan jangan dianggap membebani peserta, dirasa seperti diada-ada, bikin ribet, dll. Dengan berhasilnya seorang peserta gol di dalam pemberkasan, dapat dipastikan, peserta tersebut minimal memenuhi kriteria idaman versi penyelenggara dalam sebagian hal.

Kasus kekurangan berkas memang sering terjadi, dan dianggap fatal. Ada beberapa penyebab sebuah berkas dinyatakan tidak lolos.

1. Kurang Teliti Saat Mengunggah Dokumen

Banyak yang kurang teliti Ketika mengunggah dokumen. Biasanya yang berhubungan dengan pengesahan. Banyak dokumen yang belum ditandatangani, atau bahkan belum diberi cap oleh instansi yang bersangkutan. Bisa juga misalnya seharusnya memasukkan dokumen A, malah yang diunggah dokumen B. Bisa juga yang diminta scan berkas asli, ini malah yang dikirim scan berkas Salinan. Walaupun sama-sama discan, tetap dianggap satu kesalahan fatal.

2. Berkas Dokumen yang Diunggah Kurang

Hal ini bisa terjadi karena lupa, dan tidak dicek kembali.

3. Tidak mengirim Berkas

4. Penggunaan Materai

Seringkali peserta tidak teliti di dalam membubuhkan materai, padahal untuk hal ini, di template yang disediakan, untuk yang diperlukan materai selalu ada tulisan penanda. Namun kebanyakan yang terjadi di lapangan, peserta hanya membubuhkan materi di halaman paling awal saja.

5. Surat Lamaran/ Pernyataan

Surat lamaran/ pernyataan juga sering menyebabkan seseorang menjadi gagal melaju ke babak berikutnya. Pelamar diharuskan untuk mencermati bentuk surat yang diperintahkan, bahkan penyelenggara sudah menyediakan template khusus untuk mempermudah, namun banyak juga yang berinisiatif sendiri untuk membuat, tapi bukannya dianggap kreatif, malah menjadi penyebab peserta tersebut menjadi tidak lolos ke tahap berikutnya.

6. Pas Foto Tidak Sesuai

Beberapa instansi mensyaratkan pas footo dengan ketentuan yang ketat. Hal tersebut harap diperhatikan oleh para peserta sehingga memperkecil kemungkinan untuk terdelete.

Demikian beberapa hal yang mungkin saja pernah rekan-rekan alami, atau bahkan akan diperlukan suatu hari, sehingga menjadi pengingat dan mudah-mudahan bagi yang akan mengikuti seleksi berkas untuk kepentingan apapun, saya doakan lolos dan lulus sampai tahap akhir.

Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post