SERAGAM SATPAM BARU (LAGI), KEMARIN MIRIP POLISI, YANG SEKARANG MIRIP?
Tantangan menulis hari ke-31
Rasanya baru kemarin, seragam satpam berganti, dari putih biru menjadi warna coklat yang mirip sekali dengan seragam polisi. Kini, di hari ulang tahun satpam, tepatnya tanggal 30 Januari, kembali Polri memperkenalkan seragam satpam yang baru (lagi). Dulu, seragam diganti menyerupai mirip kepolisian dengan alasan untuk menjalin kedekatan emosional antara institusi Polri dengan personil Satpam. Dengan begitu diharapkan akan menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai pengemban fungsi kepolisian secara terbatas. Lebih lanjut, juga memuliakan profesi satpam dan menambah penggelaran kepolisian di tengah-tengah masyarakat.
Ketika resmi digunakan oleh para satpam, berbagai tanggapan pun muncul, seperti biasa ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju.Yang setuju, mereka memberikan dorongan dan semangat agar para satpam bekerja lebih giat lagi, serta menambah rasa percaya diri. Tetapi bagi yang tidak setuju, mereka mengatakan, bahwa dengan berseragam mirip polisi, banyak oknum satpam yang lantas over proud, terlalu narsis, bahkan banyak yang menjadi sombong, akhirnya masyarakat mengejek habis-habisan. Mereka beranggapan bahwa seragam putih biru lebih cocok dikenakan, dan lebih berwibawa.
Kini seragam satpam ganti lagi. Kalau dulu ke coklat, sekarang cenderung krem. Reaksi pun makin menjadi-jadi. Alasan penggantian, karena seragam coklat sangat mirip dengan polisi sehingga membingungkan masyarakat. Hal ini menjadi kontradiktif dengan alasan penggantian seragam dulu. Penggantian lagi seragam satpam ini menimbulkan anggapan kalau Polri terlalu terburu-buru dalam mengganti dan menetapkan warna. Padahal kalau misalnya diadakan terlebih dahulu polling pendapat (bisa berupa lomba desain, sekaligus memancing reaksi dan menerima masukan dari khalayak banyak), sepertinya akan lebih bagus. Seperti halnya pergantian seragam KORPRI, sebelum diganti, digulirkan terlebih dulu kepada khalayak berupa lomba desain, sehingga hasil final, merupakan kesepakatan bersama, dan tentunya akan mendapat dukungan penuh. Akibat gonta-ganti warna tersebut, celetukan-celetukan nakal dan kreatif pun bermunculan di media sosial, dan satpam yang kena imbasnya. Mereka menjadi bulan-bulanan netizen dengan segala komenannya. Menjadi bahan ejekan, diolok-olok mirip sekali dengan seragam polisi India, atau ada yang bilang mirip buruh pabrik.
Tak jauh beda dengan seragam satpam, ternyata di bulan November tahun lalu juga, seragam TNI digadang-gadang akan diganti. Sekilas tampilannya mirip seragam tentara Amerika, dengan double kerah yang menjadi pembedanya, dan warna yang tidak hijau lagi. Rencananya akan diluncurkan tahun ini juga.
Perihal gonta-ganti seragam memang tidak haram, bahkan menurut saya, agar ada penyegaran memang sekali-sekali (tidak perlu setahun sekali) perlu diganti dengan desain dan warna yang kekinian agar si pemakai lebih percaya diri, lebih semangat dan memberikan aura yang positif di lingkungan kerja. Apalagi kalau desain dan coraknya kekinian, menyesuaikan dengan zaman, sepertinya akan menjadi sesuatu yang menjanjikan, asal tidak dijadikan sebuah proyek rutinan untuk orang-orang tertentu. Why not? Di bawah tulisan ini ada foto seragam satpam baru..
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan