Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Video berdurasi 30 detik  dan Pria Penendang Sesajen Semeru

Video berdurasi 30 detik dan Pria Penendang Sesajen Semeru

Tantangan menulis hari ke-10

"Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar."

Seorang pria sekitar tiga puluh lima tahunan berteriak lantang seraya membuang sesajen buah dan menendang sesajen nasi yang ada di seputaran Semeru. Pria tersebut mengenakan rompi dan penutup kepala hitam, dan memakai kaos berlengan pendek.

Video berdurasi 30 detik ini viral setelah diunggah di Twitter @setiawan3833 pada hari Sabtu (8/01/22) kemarin. Sontak saja kelakuan pria penendang sesajen ini mengundang reaksi yang sangat hebat dari berbagai kalangan. Dalam waktu yang singkat, pihak kepolisian segera turun tangan dan mencari pria tersebut berkat dari laporan warga desa yang merasa sangat tersinggung dengan apa yang diperbuat oleh pria tersebut. Reaksi pun berdatangan, mulai dari bupati Lumajang, hingga Kemenag. Mereka mengecam Tindakan pria tersebut yang dianggap dapat memecah belah persatuan bangsa karena tidak menghargai budaya dan kearifan lokal.

Seperti yang kita ketahui bahwa negara kita terdiri atas bermacam-macam suku, adat, budaya, dan agama. Dengan kondisi negara kita yang majemuk ini, seharusnya setiap warga menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada, sehingga suasana akan selalu terkendali. Jangan sampai, karena ulah kita yang tidak pada tempatnya, justru akan mencederai kerukunan beragama.

Atraksi membuang dan menendang sesajen ini jelas mengundang kecaman dari berbagai pihak. Van Baal (1988) mengungkapkan bahwa sajian merupakan pemberian atau persembahan kepada dewa dan roh, hal tersebut bukan saja apa yang digemari oleh para dewa dan roh tetapi mengandung lambang-lambang guna berkomunikasi dengan dewa tersebut. Misalnya itik, menthog, dan burung merpati menjadi kegemaran Betara Kala, kain bangun tulak adalah kain kegemaran Batari Durga, kain pandhan binethot kegemaran Batari Sri dan lain-lain. Sesajen itu sendiri ada dalam ruwatan. Sedangkan ruwatan itu terbagi ke dalam tiga golongan, (diri sendiri, untuk lingkungan, dan untuk wilayah). Sesajen yang dibuang dan ditendang disebutkan oleh warga hanya untuk selamatan saja agar Semeru tidak Meletus lagi. Pemberian sesajen ini merupakan adat warga Dusun Sumbersari yang sudah tertanam sejak dahulu kala. Adat dan tradisi ini hingga sekarang masih kental terjaga, sehingga ketika ada insiden kemarin, seluruh masyarakat meradang. Mereka berharap pihak yang berwajib secepatnya menangkap pria penendang sesajen tersebut guna mempertanggungjawabkan akan apa yang telah diperbuatnya sehingga diharapkan ke depannya tidak akan terulang lagi kesalahan yang sama.

Semoga dengan kejadian ini, menjadi pelajaran buat kita semua agar lebih memahami lagi arti toleransi yang sebenar-benarnya demi Indonesia yang kita cintai

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post