ARISAN, PJJ, PERUBAHAN POLA PIKIR, DAN I LIKE MONDAYS
Tantangan menulis hari ke-40
Akibat diberlakukannya kembali Pembelajaran Jarak Jauh, semua mulai berantakan lagi. Dari beberapa jadwal yang sudah saya susun, mau tidak mau harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Ya, harus bagaimana lagi, ini juga semua dilaksanakan demi untuk kita juga, sehingga roda kehidupan akan kembali cepat normal seperti sediakala.
Bukan hanya saya, tentunya yang menyangkut jadwal lembaga dan jadwal komunitas juga menjadi lumayan memerlukan pemikiran yang serius. Semua menjadi ketar-ketir dibuatnya. Ibu-ibu terutama. Kami asyik berbincang (tepatnya mengeluh) tentang kondisi keluarga yang acak-acakan. Apalagi yang masih memiliki anak usia sekolah. Terbayang betapa repotnya mereka, menyiapkan ini dan itu, dari urusan dapur hingga rebutan laptop. Belum lagi kalau anaknya lebih dari satu. Saya bisa merasakan semua itu.
Kegalauan muncul juga dari peserta arisan mingguan. Ya, di sekolah kami ada arisan. Saya berinisiatif untuk mengadakan arisan mingguan, dengan bayaran yang terhitung murah meriah. Arisannya dibuka seminggu sekali, tepatnya di setiap hari Senin. Ternyata animo yang mau ikut arisan lumayan banyak. Sebenarnya arisannya tidak ada yang istimewa. Saya hanya menginginkan sebuah perubahan mindset tentang hari Senin. Yang saya tahu (termasuk saya), kebanyakan orang menghadapi hari Senin itu seperti akan mendapatkan sebuah beban yang sangat berat, setelah kita diberi liburan dua hari (karena lima hari kerja). Sepertinya hampir semua tersugestikan dengan nama Senin. Senin adalah nama yang akan membuat kita masuk kembali ke dalam circle rutinitas yang menyebalkan. Pekerjaan yang menumpuk, garapan siswa yang tidak dapat ditinggalkan, belum lagi aplikasi kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan yang diharuskan untuk dilaksanakan di sekolah hingga usai jam kerja. Pokoknya sepertinya hari Senin adalah Monster yang tidak hanya dihindari siswa, tapi juga guru.
Ternyata dengan adanya arisan di setiap Senin, cukup membawa perubahan yang signifikan. Hampir semua rekan-rekan yang mengikuti arisan, begitu datang ke sekolah, wajahnya tersenyum cerah, penuh rasa optimis dan berharap namanya akan keluar dari kocokan. Derai tawa dan canda memenuhi ruangan kantor, yang selama ini lumayan dingin dan kaku. Sesekali terdengar jerit kecemasan dan tawa kebahagiaan.
Tapi itu minggu-minggu lalu. Tiba-tiba saja dari dinas ada pengumuman yang mengharuskan kami kembali untuk bekerja di rumah. Peserta arisan menjadi galau dan merasa enggan untuk ke sekolah kalau situasinya seperti ini. Ini mendatangkan ide bagi saya untuk melaksanakan arisan melalui zoom. Tentu selain arisannya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, juga kami dapat memanfaatkan zoom sebagai sarana bukan hanya untuk pembelajaran, namun juga untuk tetap hidup bersosial, walau secara virtual. Menurut saya semua akan baik-baik saja. Urusan uang bisa ditransfer. Apalagi bank yang dimilkiki semua pegawai, kan di bank yang sama, jadi lumayan juga untuk menghemat pengeluaran. Semoga rencana pemanfaatan zoom sebagai sarana menjaga tali silaturahmi lewat arisan dapat terus terlaksana sehingga, kata-kata I Like Mondays tetap akan bergema sepanjang arisan belum habis masa tayangnya (kalau bisa seterusnya walau tidak arisan). Amin.
Salam We Like Mondays.
Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
