ASAP TEBAL DI LANGIT PENYEBAB OMICRON?
Tantangan menulis hari ke-51
Tiba-tiba saja dalam ruang-ruang chat WA obrolan menjadi seragam. Yang dominan bercakap dari kaum ibu. Obrolan tentang anggota keluarga yang terkena penyakit yang sama, yaitu batuk, pilek, meriang, dan sakit badan. Semua ciri-ciri tersebut mengarah kepada varian dari virus Omicron. Tidak terkesan panik, malah mereka satu sama lain saling menguatkan dan saling memberi dukungan untuk cepat kembali sembuh dengan tanpa ke dokter, karena banyak juga yang berhasil sembuh tanpa harus di Swab. Rata-rata beranggapan bahwa gejala ini sudah mereka terima jauh hari sebelum dating virus Omicron.
Obrolan semakin menghangat ketika minggu-minggu ini, jagad maya digoyang isu tentang pesawat terbang yang lalu Lalang di banyak kota. Isu menyebutkan bahwa pesawat yang terbang rendah tersebut memang sengaja dikeluarkan untuk menyebar bahan kimia sehingga ada virus varian baru dari Omicron. Apalagi ditambah dengan semakin banyaknya orang yang ujug-ujug terserang sakit. Entah itu meriang, batuk, pilek, nyeri badan. Tentu saja isu tentang berita penyebaran zat kimia tersebut tidak jelas asal-usulnya dan harus diluruskan.
Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret, dr. Tonang, SpPK, Ph.D,FISQua menegaskan bahwa varian Omicron yang kini merajalela tidak disebarkan dengan sengaja kepada masyarakat luas. Bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pesawat udara yang sudah beredar sejak tahun 1996 itu. Satgas Covid-19 pun mempertegas bahwa memang varian Omicron bukan virus yang dibuat oleh pemerintah untuk mencelakakan warga masyarakatnya melalui pesawat terbang, apalagi berupa proyek rahasia. Menurut mereka, asap Panjang dari pesawat merupakan hasil pengembunan udara dengan kadar air tinggi yang bergesekan dengan mesin pesawat.
Namun berita yang mengklaim bahwa Omicron merupakan akibat dari chemtrail sudah begitu merebak di media massa. Bagi masyarakat yang tingkat pemahamannya rendah, tentu saja hal ini akan berbahaya, selain membuat panik, juga sudah membenarkan berita yang salah.
Chemtrail diartikan sebagai teori yang menyebutkan pemerintah atau pihak tertentu melakukan suatu misi dengan sistematis dan terstruktur demi tujuan tertentu, misal untuk mengurangi jumlah penduduk, bahkan untuk pengendali pikiran. Hal tersebut dengan cara menyebarkan zat kimia beracun ke atmosfer dari pesawat. Salah seorang yang pernah menyangka negaranya diberi tindakan Chemtrail adalah Jeff Rense, penganut teori konspirasi Amerika. Namun hal tersebut ditepis keras oleh Lembaga resmi Pemerintah Amerika bidang sains dan angkasa.
Sering Chemtrail disamakan dengan Contrail. Barangkali suatu hari kita pernah melihat asap tebal dua baris yang melintas di udara. Dahulu sering diartikan roket yang sedang meluncur, padahal itulah yang dinamakan Contrail. Jadi Contrail meerupakan hasil pengembunan udara dengan kadar air yang tinggi dan bergesekan dengan mesin pesawat. Jelas antara Chemtrail dengan Contrail adalah dua hal yang sangat berbeda.
Dengan demikian, klaim Omicron merupakan akibat dari chemtrail adalah informasi yang tidak benar dan termasuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan dan harus diluruskan supaya masyarakat tidak panik dan semua bisa sehat dan dapat menjalankan semua rutinitas dengan stamina yang paripurna.
Wallahu.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan