BARU EMPAT MENIT, SUDAH KELUAR
Tantangan menulis hari ke-41
Work From Home lagi … di rumah lagi. Padahal baru sebentar kami merasakan aura positif dengan dilaksanakannya Pertemuan Tatap Muka. Kami baru saja berusaha menjalin kembali chemistry dengan para peserta didik. Sedikit demi sedikit, kedekatan emosional di antara kami sudah mulai terbangun. Minimal menghapal wajah dan nama, selanjutnya kemampuan dan kerakter mereka. Namun hubungan itu harus Kembali terjeda karena ada beberapa kasus di tempat lain yang menyebabkan PTM Kembali diputuskan untuk diberhentikan kembali.
Pemberhentian PTM di beberapa wilayah menunjukkan bahwa memang virus Omicron sangat cepat menyebar, bahkan bila dibandingkan dengan virus yang ada sebelumnya, Omicron paling cepat penyebarannya. Di beberapa negara, saat ini merasa kelimpungan dalam menerima permintaan tes Covid-19 yang berat. Untuk mengantisipasi, Tes PCR masih banyak diandalkan. PCR memang sudah diakui secara luas dianggap palig akurat dan sensitive untuk virus penyebab Covid-19.
Namun kini, titik terang sudah mulai muncul Optimisme muncul ketika para peneliti dari Universitas Fudan di China mengembangkan tes virus Corona baru yang hasinya seakurat tes laboratorium PCR. Menurut mereka ini adalah sebuah jawaban dan solusi., karena tes PCR bukan hanya butuh waktu yang lama, namun selain itu membutuhkan infrastruktur laboratorium yang sangat terbatas di banyak negara, sehingga memang akan membebani jumlah kasus yang dapat ditangani setiap hari. Menurut mereka sensor mereka yang meggunakan mikroelektronika untuk menganalisis materi genetic dari penyeka yang dapat mengurangi kebutuhan tes laboratorium Covid-19 yang memakan waktu. Hebatnya, alat ini diklaim cepat dan tidak memakan waktu lama. Jadi, hasil pemeriksaannya akan keluar dalam waktu yang sangat cepat, yaitu empat menit saja. Jadi mereka menerapkan biosensor elektromekanis untuk mendeteksi SARS-CoV-2 ke dalam perangkat prototipe terintegrasi dan portable, dan itu menunjukkan bahwa virus RNA terdeteksi dalam waktu kurang dari empat menit. Metede ini ditawarkan untuk kemudahan pengoperasian, kecepatan, sensitivitas tinggi dan portabilitas.
Uji coba ini melibatkan pengambilan sampel yang terinfeksi virus Corona, dengan tes PCR yang dilakukan secara parallel, dan dinyatakan sangat cocok dengan tes PCR.
Ternyata setelah dikembangkan, menurut para peneliti Fudan, hasil dari perangkat pengujian dapat digunakan untuk pengujian cepat dalam berbagai situasi dan kondisi, termasuk fasilitas Kesehatan, bandara, dan rumah.
Semoga saja semua akan menjadikan dunia lebih sehat lagi, aman tanpa virus. Kami sangat merindukan suasana belajar mengajar di sekolah, suara-suara siswa, bel berbunyi, dan para pejuang Pendidikan yang selalu menghiasi hari-hari.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan