MEMBAYANGKAN BILA BAPAK JOKOWI JADI BERKEMAH DI TITIK NOL
Tantangan menulis hari ke-39
Berita Bapak Jokowi akan kemah di titik nol ibu kota baru merebak ketika Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai kemah tersebut tercetus ketika sedang rapat singkat di VIP Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, setelah pengukuhan PBNU di Balikpapan, Senin (31/1) lalu.
Seperti yang kita tahu, kemah adalah sebuah kegiatan rekreasi yang dilaksanakan di luar ruangan, bersatu dengan alam, melebur dan umumnya dilakukan untuk melepaskan penat dari hiruk-pikuk perkotaan dan rutinitas kerja sehari-hari.
28 tahun yang lalu, ketika saya masih menjadi mahasiswa, kerap kali saya kemah bersama teman-teman pecinta alam sekadar untuk mencari suasana baru. Dengan berbekal makanan dan pakaian seadanya, dan tentu saja properti yang juga sangat terbatas. Semakin blangsak, maka kami akan dianggap sebagai pecinta alam sejati. Di sana, kami berdiskusi disertai candaan dan rencana-rencana kecil untuk melakukan kegiatan lain lagi di sela kegiatan perkuliahan.
Saya jadi membayangkan seandainya Bapak Jokowi jadi berkemah di bulan ini. Tentunya semuanya sangat berbeda. Kalau kami dahulu membincangkan hal yang sepele, Bapak pastinya akan membincangkan tentang masalah IKN yang akan pindah. Semua itu adalah hal yang sangat serius. Apalagi menurut Bapak Isran Noor, dalam kegiatan kemah tersebut direncanakan akan mengundang para tokoh adat di Kaltim. Mulai tokoh adat Kutai, Dayak, Paser, Berau, Banjar, Bugis, hingga Jawa. Tak lupa, semua tarian tradisional Kalimantan, akan dihadirkan pula untuk menghibur. Tentu semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Israr mengatakan bahwa semua kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Sekretariat Negara, dan pengaturan lokasinya akan ditentukan oleh Kementrian PUPR, TNI, dan juga Polri.
Tentunya acara kemah Bapak Jokowi akan didukung sepenuhnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, apalagi semuanya akan dibiayai oleh Sekretariat Negara. Mudah-mudahan lokasi kemahnya tidak sampai harus menebang banyak pohon, atau bahkan menjadikan binatang yang ada di lahan tersebut pada kabur akibat diperluasnya lahan kemping. Semoga saja….
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan