MENGURAI MAKNA DI SMKN 1 CILAKU
Tantangan menulis hari ke-54
Hari ini adalah kali ketiga saya menyambangi SMKN 1 Cilaku dalam rangka mengisi acara workshop bagi guru-guru SMKN 1 Cilaku. Workshop tersebut bertujuan dalam rangka membangkitkan minat seluruh warga sekolah di dalam menuangka gagasannya berupa tulisan. Tentu menjadi hal yang luar biasa ketika keinginan atasan diterima dengan baik oleh para kepala sekolah. Seperti yang kita keahui bahwa di lingkungan KCD Wilayah VI, sekarang sedang digembar-gembor agar seluruh warga sekolah yang ada di lingkungan KCD Wilayah VI harus serentah menggerakkan literasinya, dan kepala SMKN 1 Cilaku sudah cepat tanggap di dalam mengimplementasikannya ke dalam sebuah kegiatan menulis yang nantinya semua hasill tulisan tersebut akan didokumentasikan berupa buku.
Menulis adalah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan para guru, bukan hanya untuk guru Bahasa Indonesia, akan tetapi untuk semua guru. Apalagi untuk keperluan kenaikan pangkat dan golongan, seorang guru dituntut harus dapat membuat artikel ilmiah, dan atas menulis buku, baik buku pelajaran maupun buku nonpelajaran sehingga mau tidak mau kita memang harus membiasakan diri untuk menulis.
Sebetulnya kemampuan menulis guru-guru di SMKN 1 Cilaku sudah sangat bagus, tinggal menata kaidah kebahasaannya. Maklum, banyak yang bukan berasal dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Walau seperti itu, kemampuan menulis mereka sudah bagus, sehingga tidak perlu dari awal sekali di dalam membimbing mereka dala menuangkan idenya.
Pada pertemuan pertama, saya mencoba menerangkan secara global tentang menulis. Perbedaan fiksi dan nonfiksi, apa yang masuk ke dalam fiksi dan apa yang masuk ke dalam tulisan nonfiksi, sehingga dengan didata seperti itu, passion mereka lebih tergali dan mereka akan mengeksplore sendiri kemampuan atau passion mereka dalam menulis, condongnya ke arah mana. Hasil dari pertemuan kesatu, menjadi sebuah tulisan dan ditabung di platform.
Pertemuan kedua, selain terus mengklasifikasikan passion, juga saya menerangkan beberapa flatform untuk mereka biar mereka terbiasa menyimpan semua hasil tulisannya ke dalam flatform tersebut sehingga tidak akan pernah tercecer. Hasil pengklasifikasian, terdapat tiga kelompok utama, kelompok aaratikel, kelompok prosa, dan kelompok puisi. Di antara ketiga kelompok tersebut, ternyata kelompok penulis artikel yang paling banyak peminatnya.
Untuk pertemuan akhir, saya akan mencoba mengevaluasi beberapa tulisan yang pernah dikirim untuk diidentifikasi kesalahannya. Bukan bermaksud untuk menghakimi, namun lebih ke menjadi sebuah pembelajaran ke depannya sehingga mereka lebih mampu menulis dengan ejaan yang baik dan benar sesuai dengan PUEBI. Selain itu, saya juga akan mensosialisasikan platform menulis KCD VI yang telah resmi diluncurkan. Semoga semua yang pernah dituliskan menjadi warisan anak cucu kita kelak.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
