SIM PKB, JANGAN JADI DERITA KETUA KOMUNITAS DAN OPERATOR DINAS
Tantangan menulis hari ke-32
“Bu, bisakan Ibu mereset password SIM PKB saya?”
“Bu, saya lupa password SIM PKB, mohon arahannya.”
“Bu, cara untuk membuat akun SIM PKB bagaimana?”
Itu pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika menjadi ketua MGMP. Melelahkan, namun tetap harus dilayani, karena semua terpusat pada ketua MGMP. Bahkan sering pula anggota komunitas yang setiap ada kegiatan, minta mereset passwordnya, dengan alasan lupa, hp direset, nge-hang, dan masih banyak alasan lainnya. Apalagi hampir semua keperluan yang penting, ada di dalamnya, sehingga apabila ketua komunitas lalai atau lengah dalam membantu anggotanya, bisa-bisa anggota menjadi korban.
Kadang ketua MGMP mengintruksikan kepada aggotanya untuk menghubungi operator KCD apabila apa yang diminta tidak dapat dilakukan oleh ketua komunitas. Bahkan banyak yang seharusnya masih bisa ditangani oleh ketua MGMP, karena saking (bisa jadi) kesal dan bosan di dalam melayani, ketua MGMP melimpahkan pekerjaannya ke operator KCD. Padahal operator pun bukan hanya melayani satu atau dua orang saja, tentunya lebih banyak pekerjaannya karena cakupannya pun lebih luas. Semua pasti lelah, dan yang pasti, usahakan anggota komunitas untuk selalu memanteng kegiatan yang ada di grup, sehingga tidak ketinggalan informasi, dan sedikit memperingan ketua komunitas, dan juga operator.
Beberapa faktor yang menyebabkan anggota komunitas sering meminta reset password:
1. Berganti hp, sehingga memang murni semua password menghilang;
2. Hp error, rusak;
3. Lupa password akibat kelalaian anggota komunitas di dalam menyimpan password;
4. Selalu dikerjakan orang lain sehingga ketika mau dibuka, terus lupa;
5. Menganggap enteng SIM PKB, sehingga tidak dijadikan sesuatu yang penting;
6. Tidak mau ribet;
7. Menganggap enteng masalah;
8. Dll.
Hal-hal seperti di atas, dalam dua tahun ke belakang, memang yang paling membuat ketua komunitas geregetan dengan para anggotanya yang selalu teledor dan menganggap kalau aplikasi ini hanya pelengkap saja, padahal semakin ke sini, aplikasi ini yang sekarng paling sering dibuka oleh seluruh guru di Indonesia karena di dalamnya merupakan system yang menjadi nyawa bagi para guru. SIM PKB itu sendiri merupakan system informasi managemen yang dibuat untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan dan merupakan salah satu program bagi seluruh guru di Indonesia. Program ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kualitas profesi guru untuk menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas dan lebih baik lagi.
Masih teringat, di 2017, Ditjen GTK membuat peraturan tentang wajibnya tenaga pendidik untuk memiliki SIM PKB. Ini adalah salah satu upaya Pemerintah untuk membantu terbentuknya guru-guru yang professional. Melalui aplikasi ini, seorang guru bisa menempuh Pendidikan profesi dan mendapatkan kegiatan benefit berupa tunjangan. Syarat untuk dapat memiliki akun SIM PKB adalah, guru terdata di Dapodik,
Semakin ke sini, isi SIM PKB semakin rapi dan terprogram. Apalagi sekarang sedang ramai Program Guru Penggerak, Program Sekolah Penggerak, dan Program Organisasi Penggerak, semua dengan rinci ada di sana. Bahkan ada lagi Program Ayo Guru Belajar, di mana di sana ada dua pilihan, Ayo Mengajar dan Ayo Belajar. Syarat mengikutinya, kita harus memiliki akun sekolah apabila mau diakses lewat aplikasi yang ada di playstore.
Di Program Ayo Mengajar, terdapat fitur Pengembangan Guru dan Kegiatan Belajar Mengajar. Di Pengembangan guru, kita bisa mendapatkan informasi dan inspirasi untuk mendukung perkembangan diri. Terdiri atas video inspirasi, pelatihan mandiri dan bukti karya saya. Sedangkan di Kegiatan Belajar Mengajar, ada Asesmen Murid dan Perangkat Ajar.
Dengan begitu, SIM PKB juga memuat berbagai informasi yang dibutuhkan oleh guru terkait seminar, layanan info GTK, pelatihan, pendidikan profesi guru (PPG) dalam jabatan, dan sebagainya. Adanya pengembangan keprofesian ini diharapkan kompetensi guru selalu selaras dengan perkembangan zaman.
Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
