Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SUATU SORE DI SEBUAH KAFE

SUATU SORE DI SEBUAH KAFE

Tantangan menulis hari ke-59

Suatu sore saya pergi ke sebuah kafe. Sendirian saja karena memang sedang ingin sendiri sambil mencari inspirasi. Hitung-hitung me time. Saya sengaja duduk di teras kafe tersebut dengan tujuan agar bisa cepat berlalu dan tidak tergiur lagi makanan yang lain. Kebetulan terasnya lumayan luas dan nyaman sehingga layak dijadikan tongkrongan juga.

Di depan saya duduklah dua orang yang sudah tidak dapat dikatakan muda lagi. Bapak-bapaknya saya taksir setengah abad lebih, dan ibu-ibunya dua atau tiga tahun lebih muda. Mereka duduk berhadap-hadapan, dan si Ibu membelakangi saya. Keduanya sedang asyik menyantap steak, hidangan yang sama dengan yang saya pesan sekarang.

Sambil menunggu pesanan, saya menyedot es jeruk yang duluan datang. Tiba-tiba dari arah sebelah kiri, muncul seorang pemuda berpakaian kaos sederhana dan membawa banyak ikat kepala berbahan batik di tangannya. Selintas saya lihat ikat kepala tersebut bermacam-macam. Dari ikat kepala untuk anak-anak, hingga dewasa. Pemuda penjual ikat kepala menghampiri bapak-bapak yang sedang makan steak tadi. Terlihat dia menyodorkan satu yang berwarna dasar hitam. Tiba-tiba saja bapak-bapak tersebut memaki dan mengusirnya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas. Tentu saja kelakuan bapak-bapak tersebut memancing orang yang berada di sekitar, termasuk saya. Saya hanya menghela napas, dan merasa iba terhadap penjual ikat kepala tersebut. Tanpa banyak bicara, si penjual berlalu menjauh. Dia menyebrang jalan dan bersender di sebuah tiang yang kebetulan ada.

Selang beberapa menit, tiba-tiba saja entah bagaimana asal mulanya, bapak-bapak tersebut terbatuk-batuk, kemudian napasnya seperti tersengal-sengal. Si Ibu yang mendampingi panik, nampak dia bangkit kemudian hilir mudik memandangi (sepertinya) suaminya yang terus memegangi dada dan tenggorokannya. Semua yang ada di teras turut menghampiri pasangan tersebut dan hanya mampu menenangkan ibu-ibu tersebut tanpa tahu apa yang harus diperbuat. Kerumunan semakin banyak, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang dengan sigap memeluk bapak-bapak tersebut. Kemudian dia melilitkan sesuatu di bagian bawah dada bapak-bapak yang sedang tersedak makanan itu. Beberapa kali tubuhnya diangkat dan kain yang dililitnya ditariknya dengan sekuat tenaga. Demikian terus menerus hingga akhirnya daging yang nyangkut di tenggorokan bapak-bapak itu loncat dari tenggorokannya.

Semua yang berkerumun merasa lega. Lantas pemuda tersebut mendudukkan bapak-bapak ke tempat duduknya semula. Dengan napas yang masih engos-engosan, dia menuangkan minuman yang ada di meja lantas diberikannya kepada bapak-bapak tersebut. Sesekali ditepuk-tepuknya punggung bapak tersebut dengan pelan agar dia merasa tenang.

"Kang, iketna acak-acakan, takut ada yang ngambil!"

Ada yang berteriak mengingatkan. Ternyata yang menolong orang yang tersedak steak adalah penjual ikat kepala yang sempat dihardik bapak-bapak ini.

Tiba-tiba saja si bapak-bapak bangkit dan memunguti ikat kepala yang berserakan, lantas diserahkannya benda tersebut dengan mata yang berkaca-kaca. Dia memeluk tubuh pemuda itu dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan yang sangat tidak mengenakan tadi.

Saya yang masih berada di kafe ini ikut meneteskan air mata dan mengambil hikmah dari semua kejadian yang sudah terjadi di depan mata kepala sendiri, bahwasanya setiap orang tanpa pandang bulu, pada suatu saat pasti saling membutuhkan. Jangan merasa paling berharga atau paling di atas, jangan pernah meremehkan orang lain, dan yang terpenting, jangan pernah menyakiti hati orang lain, siapa pun itu, karena kita tidak akan pernah tahu kehidupan kita ke depannya bagaimana.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post