Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BATASAN LELUCON, SEBUAH HIKMAH DARI TRAGEDI OSCAR 2022

BATASAN LELUCON, SEBUAH HIKMAH DARI TRAGEDI OSCAR 2022

Tantangan menulis hari ke-88

Barangkali kejadian penamparan Chris Rock oleh Will Smith di ajang Oscar 2022 membuktikan bahwa seseram apapun kehidupan di luar negeri ternyata sisi kemanusiaan seorang suami masih terlihat dan semakin terasa. Apalagi ketika Will Smith berurai air mata ketika memberikan sepatah dua patah kata saat menerima piala Oscar. Dalam permintaan maafnya, Smith mengungkapkan bahwa untuk mencintai seseorang, untuk melindungi seseorang, kita harus bisa meghadapi pelecehan dan harus mampu menghadapi orang-orang, orang-orang yang membicarakan hal gila tentang kita. Dalam urusan ini, kita harus menghadapi orang yang tidak menghargai kita. Tersenyum dan pura-pura itu baik-baik saja. Betapa dalam kata-kata Smith….

Penamparan bermula ketika komedian Chris Rock yang pada malam itu didaulat menjadi MC, membuat lelucon yang membuat Will Smith berang. Crist bercanda menyebut istri Will Smith, Jada Pinkett sebagai G.I. Jane karena kepalanya yang plontos. Mendengar istrinya menjadi bahan lelucon, Will Smith langsung bangkit dan menghampiri Crist, lalu tiba-tiba dia menampar dengan keras Chris. Smith berlalu dan Kembali ke tempat duduknya sambil terus berteriak-teriak kesal, lantas berkata jangan sekali-sekali mengucapkan apapun tentang istrinya.

Kemarahan Smith untuk ukuran orang Indonesia memang dinilai wajar. Suami mana yang tidak sakit hati ketika istrinya diolok-olok dengan candaan yang sebenarnya tidak lucu, bahkan sangat menyinggung perasaan. Seperti yang kita ketahui bahwa istri Will Smith menderita penyakit Alopecia yang menyebabkan kerontokan rambut, sehingga dia memplontos habis rambutnya.

Pertanyaannya, sejauh mana sebuah lelucon di luaran sana dianggap hal yang tidak biasa, apa sih batasan lelucon tersebut. Apakah lelucon G.I. Jane yang dilontarkan Chris dianggap lucu dan hadirin tertawa karena mereka tahu bahwa istri Smith tidak mungkin menjadi pemeran G.I. Jane, karena memang semua tahu bahwa istri Smith memiliki penyakit Alopecia, atau mereka menganggap bahwa gurauan tersebut memang lucu dan tidak menganggap hal yang sensitif sehingga mereka tertawa lepas? Entahlah.

Menurut ahli psikologi sosial dari Universitas of Sidney, Christopher John Hunt, ketika seseorang sadar bahwa apa yang dikatakannya menyakiti hati orang lain, kemudia dia berlindung dengan kata “hanya bercanda”, Hunt berpendapat bahwa hal tersebut merupakan alibi pertahanan yang paling aman dan lazim digunakan oleh semua orang. Sebaliknya, orang yang keberatan dengan lelucon tersebut akan menganggap hal tersebut sebagai pembungkaman kebebasan berbicara. Memang seringkali kita tidak dapat melihat bahaya yang tersembunyi dalam sebuah lelucon yang menurut orang lain adalah hal yang wajar dan bisa membahagiakan karena mereka dapat tertawa lepas, tanpa mereka sadari bahwa lelucon tersebut sangat menyakiti hati orang yang dijadikan bahan candaan. Ujung-ujungnya malah bisa menjadi bahan perundungan.

Tak berbeda jauh dari hal itu, barangkali acara roasting di televisi adalah bagian dari candaan tersebut. Padahal menurut saya, tanpa kita sadari itu merupakan jenis perundungan yang dipertontonkan secara legal.

Tragedi Oscar 2022 memang menyisakan pesan yang sungguh mahal, adalah:

1.bahwa memang tidak semua lelucon bisa diterima oleh orang lain, apalagi orang tersebut menganggap hal yang dibercaandakan bukan untuk bahan lelucon;

2. cinta kasih seorang suami kepada istri yang dicintainya adalah, dia akan selalu berada di depan untuk melindungi ketika ada orang lain yang mencoba mengusiknya;

3. selalu berkata peliharakan lidah, berjalan peliharakan kaki;

4. tidak semua hal dapat dijadikan bahan bercandaan, apalagi menyinggung hal yang negatif;

5. Jangan coba-coba menjadikan kekurangan seseorang sebagai lelucon, karena sesungguhnya, bukan keinginan dia ditakdirkan seperti itu.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post