Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

BERTENGKAR DI NEGERI LEE HSIEN LOONG 2

Tantangan menulis hari ke-80

Berburu Tempat Wisata

Akhirnya kami menitipkan koper yang beratnya alaihim kilogram, lalu memutuskan untuk menuruti Guide buat nongkrong dulu sambil sarapan. Dibawanya kami ke kedai yang bertebaran sepanjang jalan.

"Satia Mananti" adalah nama kedai yang dipilihkan guide. Yaaa, katanya pemiliknya orang Padang yang hijrah ke Singapura. Komunitas orang Padang di sini, banyak juga ternyata.

Kami disuruh memilih sarapan yang sesuai dengan selera. Etalase yang memajang makanan, ternyata memang mayoritas makanan yang hampir banyak ditemukan di Indonesia. Aku lebih tertarik sama makanan Singapura. Maka, dipilihlah nasi lemak dan teh tarik. Sayangnya, nasi lemak belum siap, akhirnya kupilih daging ayam balado. Ada yang menarik, ketika sarapan, sang guide memberikan sedikit lauknya kepada kami. Lantas dia bertukar piring dengan suaminya, yang juga ikut mengantar. Ini tradisi, dan diusahakan makanan yang dipesan tidak sama, jadi kalau tukeran, bisa dapat bermacam makanan, kenyang pula. Demikian alasannya. By the way, tukeran piring sama pasangan, bikin baper juga. Romantis….

Saya menutup sarapan dengan sajian teh tarik yang, hmmmm dari fisiknya saja, sudah keliatan enaknya. Kental banget teh sama susunya. Mantap.

Selanjutnya, kami menuju Sentosa Island dengan menggunakan bus bertingkat. Setelah membayar bus dengan menggunakan card khusus, kami dengan riangnya naik ke bagian atas. Ingin menikmati pemandangan jalanan yang bersih dari atas bus bertingkat. Sepanjang jalan kami berfoto ria dan berceloteh ke sana ke mari, hingga akhirnya sampai juga di Sentosa island. Namun sebelum mencapai Sentosa, kita harus melewati Vivocity mall dulu. Lagi-lagi, mata disuguhi pemandangan yang sangat mengasyikan.

Sepanjang jalanan yang dilalui, sepertinya sayang untuk dilewati. Mulai dari air terjun, _ayakan raksasa_, boneka cinta, hingga patung singa, yang mirip sekali dengan yang ada di Marina bay. Dan, tentunya tidak lupa, Universal Studio. Di sana, seluruh etnis rasanya tumplek blek. Jalan sedikit ke arah kanan, ada Candy land. Permen raksasa bergelantungan di sana sini seperti pohon permen raksasa. Di dekatnya ada mini market khusus jualan permen all Varian. Cantik-cantik dan lucu-lucu. Kayaknya, anak banyak yang tidak mau beranjak dari Candy Land ini. Setelah puas lirik sana sini, akhirnya kami pun keluar menuju lokasi atas.

Sampailah kami ke patung merlion 2, namun karena banyak orang, kami memutuskan untuk langsung ke pantai. It's all free.

Tempat mencapai pantai, ternyata ada jembatan papan yang lumayan ngerinya kalau kebetulan berpapasan dengan orang lain. Jembatan yabg lebarnya sebadan dengan orang, akan berguncang hebat, bila pengunjung berlawanan arah datang. Apalagi pemandangan di kanan kiri yang penuh dengan wanita-wanita semlohay memakai bikini yang membuat mata lelaki pada kelilipan. Tapi, semua sudah terbiasa di sini. Semua terlihat normal, dan aku sendiri tidak merasa ganjil walaupun yang mengenakan penutup kepala bisa dihitung dengan jari.

Waktu di pantai, tidak terlalu lama, hanya melihat situasi saja. Mengambil gambar pun, tidak terlalu banyak.

Akhirnya, kami memburu bus yang memang diperuntukkan untuk mengangkut penumpang.

(Bersambung)

Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post