DI BALIK PAWANG HUJAN MANDALIKA, BENARKAH SEBUAH GIMMICK MARKETING?
Tantangan menulis hari ke-82
Pada moment MotoGP kemarin, ada sebuah peristiwa yang berhasil menghebohkan dunia, di mana munculnya kehadiran pawang hujan, uniknya dia adalah seorang perempuan, bernama Mbak Rara. Kehadiran Mbak Rara sekaitan dengan turunnya hujan yang sangat lebat ketika pertandingan MotoGP berlangsung, apalagi peristiwa ini sangat ditunggu-tunggu oleh dunia internasional karena kehadirannya sangat jarang, harus menunggu 25 tahun. Tidak terbayangkan apabila ajang ini harus gagal atau ditunda hanya karena hujan lebat tidak dapat diatasi.
Kehadiran Mbak Rara Isti Wulandari bak seorang pahlawan. Dia langsung viral bukan hanya di Indonesia, tetapi juga ke seluruh dunia. Bukan hanya kepiawaiannya menghentikan derasnya hujan, akan tetapi penampilannya juga yang sangat lain dibanding dengan pawang hujan biasanya, juga menjadikan sosok Mbak Rara mampu menyita perhatian publik. Pada saat kejadian berlangsung, Mbak Rara mengenakan baju kasual lengan Panjang, celana Panjang, serta mengenakan helm proyek berwarna putih. Tagannya memegang bokor emas dan tongkat kecil. Dia mengucap mantra-mantra agar hujan berhenti. Aksinya diikuti beberapa kameramen.
Adanya pawang hujan dalam sebuah event, tentu bukan hal yang biasa, namun biasanya kehadiran sang pawang tidak pernah secara terang-terangan dipublikasi dengan begitu mendetail. Mereka selalu ada namun sosoknya selalu berada di belakang layar. Pertanyaannya, apakah kehadiran Mbak Rara adalah sebuah gimmick marketing?
Terselenggaranya acara MotoGP di Indonesia (Sirkuit Mandalika Mandalika) melibatkan banyak pihak, dan tentu saja lembaga. Salah satunya BUMN. Kita tahu bahwa BUMN dipegang seseorang yang sangat pintar dan cerdas, ya, dia adalah Bapak Erick Tohir. Siapa yang tak kenal Erick Tohir? Pria kelahiran 30 Mei 1970 ini. Sebelum menjadi Menteri, dikenal sebagai pebisnis, dia juga seorang yang sangat aktif di berbagai kegiatan. Memiliki beberapa klub basket, bahkan pernah dipercaya sebagai presiden klub ke-21 Inter Milan. Pendiri beberapa stasiun televisi dan radio juga mendirikan berbagai perusahaan yang bergerak di bidang periklanan, hiburan serta digital.
Nah, ternyata ajang Asian Games 2018, Erick Tohir dipercaya sebagai ketua panitianya. Ada yang istimewa di balik Asian Games 2018. Tentu Anda masih mengingat, ada sesuatu yang tidak bisa dilupakan, dan dikemas secara apik. Di moment itu, ada adegan Pak Jokowi terlihat naik motor dan menampilkan atraksi yang sangat memukau para penonton pada saat itu di acara pembukaan. Bapak “Presiden Joko Widodo” menyuguhkan sejumlah aksi freestyle, bahkan melakukan adegan “stoppie” di sebuah gang sempit ketika hampir bertubrukan dengan bajaj. Banyak orang yang menyangka bahwa adegan tersebut benar-benar dilakukan oleh presiden kita saking apiknya, dan tentu saja hal ini menjadi trending dan mempu mengangkat nama Asian Games 2018.
Apakah pola yang sama dilakukan Bapak Erick Tohir, untuk mengangkat nama MotoGP Mandalika, sehingga menghadirkan sesuatu yang lain daripada yang lain? Besar kemungkinan, ya, walau kita tidak dapat mengecilkan peran dari seorang pawang hujan, dana banyak yang membuktikan peranan pawang hujan yang konon agar dapat dikabulkan doanya, orang tersebut jangan berbohong pada Tuhan, pada diri sendiri, serta pada orang lain selama minimal 40 hari berturut-turut.
Ada beberapa alasan mengapa beberapa beropini demikian. Di antaranya adalah:
1. Pemilihan pawang hujan perempuan
Apakah sebuah kebetulan atau bukan, yang jelas, kehadiran sosok perempuan untuk menghandle sebuah keadaan memang masih menjadi sebuah keistimewaan, dan dianggap menjadi sesuatu yang unik dan menarik. Pemilihan Mbak Rara sebagai sosok pengangkat MotoGP memang sangat tepat.
2. Mbak Rara sedikit diperlihatkan di motogp menggunakan media es batu, padahal biasanya media seorang pawang hujan jarang terekspos dan cenderung disembunyikan. Ini seperti memunculkan rasa kekinian dibalut dengan budaya lokal.
3. Bagi yang menonton pertandingan secara langsung, sebenarnya mbak Rara dikeluarkan ketika hujan memang sudah mulai berhenti. Wallahualam, karena banyak juga pawang hujan yang berhasil mengalihkan hujan ke daerah lain sekitarnya. Penampilan mbak rara juga diikuti para cameramen. Ini unik dan menghibur dan sengaja dipertontonkan secara menarik public internasional sehingga diharapkan para penonton yang berskala internasional menjadi penasaran dan akan banyak yang bertanya-tanya, ke sananya menjadi tertarik untuk datang ke Indonesia.
Dengan kata lain, Pak Erick Tohir sengaja mengangkat pigur Mbak Rara sebagai symbol pengangkat ajang MotoGp sebagaimana dahulu dia mengangkat ajang Asian Games dengan menghadirkan presiden sebagai pembuka acara dengan cara yang unik. Kehadiran Mbak Rara tentunya akan menjadi ajang promosi gratis dan ini bukan isapan jempol. Menghadirkan budaya lokal dengan kemasan yang berbeda dalam sebuah event adalah sebuah Gimmiick marketing yang sangat cerdas.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan