Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

DIKEJAR DEBT COLLECTOR PINJOL, TERSELAMATKAN OLEH NOVEL

Tantangan menulis hari ke-84

Suatu hari ada seorang laki-laki yang memberi pesan WA kepada saya. Tidak buru-buru saya buka karena posisi saya pada saat itu kebetulaan sedang rapat dinas. Dari sedikit ngintip lewat jendela notifikasi, ternyata isi pesan tersebut sangat panjang sehingga saya tidak bisa membaca sepenuhnya isi dari pesan tersebut. Namun sekilas, sepertinya dia hendak menceritakan hal yang penting sehingga isinya sangat panjang lebar. Hanya saja yang terbaca, dia hendak meminta tolong.

Singkat cerita, ketika rapat selesai, saya pun membuka isi dari pesan yang dikirim teman saya tersebut. Ternyata benar, apa yang ada dalam benak saya. Dia ternyata sedang meminta bantuan. Namun perlu digarisbawahi, bahwa bantuan yang dimaksud adalah bukan berupa materi, walau sesungguhnya yang menjadi pangkal mula kekisruhan rumah tangganya memang erat sekali kaitannya dengan uang. Dia tidak meminjam uang, namun dia hanya meminta tolong agar saya mau membaca tulisan tersebut.

Aneh? Ini adalah kali kedua dia menceritakan secara panjang lebar apa yang menjadi permasalahan dalam hidupnya. Yang pertama adalah ketika dia mencurahkan isi hatinya ketika rumah tangganya berada di ambang perceraian, dan dia meminta saya untuk menuliskan perjalanan hidupnya ke dalam sebuah cerita. Alhasil, karena saya suka menulis dan kebetulan pada saat itu memang sedang ada waktu, saya tulislah perjalanan hidupnya berupa sebuah cerita bersambung. Ternyata setelah saya poles di beberapa bagian dengan tanpa mengubah jalan cerita, cerita tersebut lumayan mendapat perhatian dari teman-teman Facebook sehingga banyak yang menyarankan untuk dibukukan. Alhamdulillah, dari hasil curhatan tersebut, jadilah sebuah buku novel berbahasa Sunda yang berjudul “Kabelejog Asih”, artinya kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Terjebak Cinta”. Tentu, atas seizin orang tersebut, dan yang lebih menggembirakannya lagi, rumah tangganya menjadi bahagia hingga sekarang. Entah kebetulan atau tidak, memang di akhir novel, saya buat ending ceritanya menjadi happy, karena saya menginginkan hal tersebut terjadi kepada teman saya tersebut. Ternyata teman saya sangat berterima kasih kisahnya telah dijadikan bahan cerita dan dia sangat senang.

Kali ini, dia tidak menceritakan tentang riwayat percintaannya, namun dia menceritakan tentang perekonomian keluarganya yang dilanda banyak cobaan sehingga menjadikan kehidupannya morat-marit. Lantas, dia mencoba untuk mengatasi masalah keuangannya tersebut dengan cara meminjam uang secara online. Ternyata jalan yang dia tempuh mengantarkannya kepada jurang kehancuran karena bunga bank yang harus dibayar terus naik, dihitung perhari. Mulailah kehidupannya menemui babak baru, di mana setiap hari dia ditagih mulai dengan cara halus hingga kasar. Tanpa segan-segan, debt collector juga menelepon semua nomor kontak teman saya tersebut dan mulai mengganggu kenyamanan mereka sampai mereka ikut terganggu. Hal tersebut sengaja mereka lakukan untuk mempermalukan para nasabahnya yang tidak mampu membayar cicilan.

Hari demi hari, uang pinjaman semakin membengkak, ditambah dia dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja karena dianggap telah menimbulkan kekacauan bagi teman-temannya yang berada satu kantor yang ikut-ikutan ditagih oleh debt collector. Akhirnya banyak yang melaporkan hal tersebut kepada pimpinannnya dan menyebabkan dia diberhentikan dari sana.

Tulisan teman saya tidak berhenti sampai di situ. Yang lebih mengejutkan, dia berniat untuk bunuh diri dengan jalan akan memakan buah yang tumbuh di dekat rumahnya. Katanya kalau dimakan bisa menimbulkan kematian. Walaupun dia bukan teman dekat saya, namun saya membayangkan bagaimana istrinya apabila suaminya melakukan hal yang nekat tersebut. Akhirnya saya memberi saran agar dia menahan untuk tidak memakan buah tersebut hingga saya jadikan cerita bersambung lagi, dan menjadi sebuah novel. Ide saya untuk memperpanjang niatnya tersebut saya dapatkan dari sebuah cerita rakyat yang menceritakan tentang seorang raja yang selalu membunuh permainsurinya di hari ke sekian. Namun usahanya gagal ketika raja tersebut menikah dengan seorang putri yang pintar mendongeng. Saking pintarnya putri tersebut mendongeng, maka raja tersebut menjadi ketagihan untuk meminta sang putri melanjutkan dongengnya setiap malam hingga raja tersebut melupakan hendak membunuh permainsurinya tersebut.

Ternyata ide saya untuk memperpanjang hidup teman saya dengan jalam membuatkan lagi cerita hidupnya lewat cerita bersambung saya, berhasil. Seperti sebuah dongeng, namun begitulah adanya. Hingga saat ini, dia masih hidup dan mulai menata kehidupannya dan membayar utang-utangnya walau dengan sangat berat dan membutuhkan kesabaran. Sepertinya saya harus memicu dan mengarahkan agar hidupnya bisa lebih baik dan bisa berakhir dengan happy ending lagi seperti kisahnya yang pernah saya bukukan dulu.

Mudah-mudahan jalan hidupnya menjadi sebuah inspirasi bagi mereka yang bernasib sama, dan cerita bersambung saya semoga dapat memotivasi dia untuk terus dapat memperjuangkan hidup dan kehidupannya untuk terus bertahan dan berlanjut. Apalagi dia memiliki istri yang sangat baik dan dikaruniai tiga orang putra yang masih harus mendapat bimbingan dan kasih sayang dia sebagai bapaknya.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post