Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

HATI-HATI, BEREDAR TEMPE CAMPUR BUBUR KERTAS DI PASARAN. BEGINI CIRI-CIRINYA

Tantangan menulis hari ke-77

Tempe adalah makanan yang selain murah namun banyak memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan bagi tubuh kita. Teksturnya yang khas menjadikan tempe sebagai pengganti yang baik bagi produk daging untuk seorang vegetarian. Bagi yang sedang menjalankan diet, tempe juga dapat dijadikan makanan alternatif karena memiliki komposisi yang sangat cepat membantu menurunkan berat badan, apalagi kalori yang terkandung di dalamnya pun tidak tinggi, sehingga aman untuk dijadikan makanan tambahan. Diketahui, dari 100 gram tempe hanya memiliki sekitar 196 kalori.

Karena tempe diproses dengan jalan fermentasi, maka dampaknya akan memberikan efek untuk peningkatan antibody dan sangat berpengaruh untuk system kekebalan tubuh yang lebih kuat. Namun, apa jadinya bila kandungan nilai gizi tersebut dirusak oleh oknum yang memanfaatkan kesempatan guna kepentingan pribadi. Kelangkaan tempe dan tahu di pasaran membuat oknum pembuat tempe mencari jalan dengan cara yang tidak wajar.

Belakangan beredar viral di dunia maya, ada pembuat tempe yang dengan sengaja mengakali pembuatan tempe yang dicampur dengan bubur kertas. Mereka memiliki alasan mengapa sampai melakukan hal tersebut karena harga kedelai di pasaran sangat tinggi, sehingga mereka mencari jalan keluar dengan cara mengoplos bahan pembuatan tempe dengan bubur kertas. Bubur kertas itu terbuat dari kardus bekas dan dijadikan bubur. Setelah menjadi bubur kertas, kemudian dicampurkan kepada kedelai dan diaduk rata hingga dapat dicetak dan difermentasikan. Sepintas tempe yang dihasilkan sama persis dan tidak tampak keanehan.

Proses normal, pertama mereka membilas kacang kedelai, lalu merebusnya. Kacang yang sudah matang dicampur dengan bibit cair (air yang dihasilkan dari rendaman kacang) yang memiliki rasa asam. Besoknya setelah direndam, kedelai dibersihkan Kembali dan dihancurkan sambil membuang batu-batu kecil hingga benar -benar bersih. Di sinilah bubur kertas mulai dibuat dengan jalan merebus air dan memasukkan kardus dan kertas ke dalam air mendidih, dan mengolahnya hingga menjadi bubur. Proses ini cukup memakan waktu. Kemudian setelah menjadi bubur, kemudian disaring dan mulai dicampurkan dengan kedelai yang sudah dibilas dan dihancurkan. Agar tercampur rata, maka bubur kertas dan kedelai harus disatukan dengan baik.

Setelah tempe kardus tercampur rata, maka proses pembuatan tempe selanjutnya yaitu peragian. Proses peragianlah yang menyamarkan campuran bubur kertas karena permukaan menjadi putih dan mulus.Nah, bahan kedelai yang dicampur bubur kertas ketika sudah menjadi tempe, kalau dipotong, wananya akan berbeda sedikit dengan tempe normal, ada sedikit warna keunguan. Namun kalau sepintas, tidak Nampak perbedaan yang sangat mencolok. Hebatnya, untung yang dihasilkan bisa dua kali lipat. Dengan modal Rp. 67.000,00, mereka bisa meraup keuntunga sekitar Rp.120.000,00.

Tempe campur kardus ternyata sangat membahayakan bagi tubuh. Untuk jangka pendek, kita dapat mengalami keracunan, sedangkan jangka panjangnya lebih ngeri karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis menimpa organ tubuh. Contohnya penyakit jantung, kanker, dan kelainan organ hati. Untuk itu hendaknya kita berhati-hati di dalam mengonsumsi bahan makanan.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post