Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KISAH CINTA SANG PETINGGI YANG BERUJUNG TRAGIS

KISAH CINTA SANG PETINGGI YANG BERUJUNG TRAGIS

Tantangan menulis hari ke-68

Apa yang lebih menyakitkan dari sebuah kata cinta, harta, dan tahta? Pengkhianatan dan kepercayaan. Mungkin kasus ini bukan merupakan kasus yang pertama, namun sangat menarik untuk disimak, karena melibatkan orang terdekat dengan korban.

Kisah cinta memang selalu menarik untuk diikuti, karena cinta memiliki kekuatan magis untuk disimak, apalagi dengan yang mengandung misteri. Seperti halnya kisah dari negeri tetangga kita ini, yang begitu menyesakkan dan memilukan karena dikotori dengan kelicikan, pengkhianatan, keserakahan, dan kekejaman. Kejam karena sampai menghabisi nyawa seseorang.

Adalah Nida Patcharaveerapong alias Tangmo Nida, seorang artis cantik asal Thailand, yang dinyatakan hilang ketika bermain ke laut Bersama teman-temannya. Dia dilaporkan terjatuh dari speedboat yang ditumpanginya. Masyarakat Thailand merasakan keganjilan tersebut karena teman-teman yang menyertai Tang Mo tidak ada satu pun yang terluka, atau terlihat hanyut, padahal mereka (berlima, termasuk managernya)bersama-sama. Hari demi hari kematian Tang Mo menjadi misteri dan mulai dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Akhirnya polisi menemukan sebuah titik terang ketika menemukan mayat Tang Mo terapung di sungai. Bergegas mereka memanggil pemilik speedboat untuk dimintai keterangan.

Namun, ibunda Tangmo malah mengejutkan public dengan menyatakan telah memaafkan pemilik speedboat yang diduga ada kaitannya dengan kematian Tangmo pada 24 Januari 2022 kemarin. Bahkan ibunda Tangmo mengaku telah menerima tawaran kompensasi sebesar 30 juta Baht (13 Milyar) dari si pemilik speedboat, yang Bernama Por. Meski ibunda Tangmo menyatakan bahwa pemberian minta maafnya kepada Por adalah bukan karena uang kompensasi, namun publik kadung menilai bahwa apa yang telah ibunda Tangmo lakukan tidaklah wajar. Rasanya ganjil, ketika seorang anak meninggal, ibunya menerima uang dengan alasan yang sangat tidak pada tempatnya. Masyarakat menilai ibunya tidak memerdulikan keadilan bagi anaknya. Apalagi ketika ibunya Tangmo menyatakan tidak akan memaafkan manajer dan teman-teman Tangmo. Lebih lanjut, dia sakit hati karena manajer dan teman-temannya tidak langsung menghubunginya, tapi mengontak setelah tiga hari kematian putrinya.

Berita terus berkembang ketika polisi berhasil menggiring manajer. Diduga Tangmo dijual kepada seorang petinggi Thailand, Bernama Datok Satitpong Sukvimol. Berhubung manajer sudah melakukan transaksi pembayaran, namun Tangmo tidak mau melayani karena dia tahu, harga diri lebih penting walaupun dia seorang janda. Akhirnya karena takut Tangmo membongkar ke public, sang Manajer kemudian membunuh Tangmo. Sampai hari ini, kematian Tangmo masih diselidiki pihak kepolisian.

Dari kisah ini, selalu ada hikmah yang akan kita petik, bahwa terkadang orang terdekat yang sudah kita anggap keluarga pun, dapat melakukan hal yang di luar kewajaran ketika sudah dihadapkan dengan uang. Baik manajer Tangmo yang sudah menjual kepada Datuk, maupun ibunya sendiri, rela melepas nyawa Tangmo demi lembaran Bath. Perlu kita garis bawahi, bahwa semua harta, tahta adalah titipan.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post