Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENGALAMAN DIKEJAR PENGIDAP EKSIBISIONIS

PENGALAMAN DIKEJAR PENGIDAP EKSIBISIONIS

Tantangan menulis hari ke-62

Hari ini saya terpaksa pergi ke kota sekadar untuk berbelanja guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ke kota, karena di warung sekitar, ada beberapa item yang tidak ada, jadi sekalian saja sambil menggerakkan badan setelah kemarin terbaring sakit. Saya pergi sekitar pukul sepuluhan, dan Alhamdulillah cuaca juga lumayan mendukung, apalagi berangkat memakai kendaraan umum, kita harus selalu dapat menebak cuaca, agar tidak kesulitan ketika nanti pulang. Selama perjalanan menuju tempat yang dituju, aman dan tidak ada kendala. Angkot juga lumayan nyaman dengan penumpang yang pas untuk porsi pandemi.

Saya hanya memasuki sebuah supermarket saja yang dianggap mencukupi daftar belanjaan saya hari ini supaya jadi lebih efektif dan tidak ngalor ngidul. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya barang yang saya butuhkan sudah masuk di troli kecil dan dengan segera saya membayarnya.

Pada saat saya selesai berbelanja, saya seperti biasa akan menyetop angkot di depan sebuah gang kecil yang dilewati oleh angkot yang akan saya naiki. Tiba-tiba saja refleks saya menoleh kepada seorang laki-laki yang melambaikan tangan. Astagfirulahaladzim, dia dengan berbulgil ria tertawa-tawa sambil mempertontonkan alat vitalnya. Lalu berusaha mengejar saya yang ketakutan. Tentu saja saya terkejut, bergegas memalingkan muka dan segera berlalu dari tempat itu. Namun, karena angkot yang akan dinaiki belum ada, saya berhenti di sebuah kios rokok dan membeli susu kotak, dengan harapan, laki-laki tersebut tidak mengejar.

“Kenapa, Bu?” tanya tukang kios seperti keheranan melihat saya yang pastinya terlihat ketakutan.

“Itu, Kang, di gang, ada jelema ebel, masa bugil sambil ngeliatin itunya!” Saya berbicara terus terang, saking takutnya.

Ternyata orang tersebut memang sudah dikenal di sana. Laki-laki paruh baya tersebut bukan penduduk asli daerah tadi, menurut Akang Kios. Saya lantas menyimpulkan bahwa laki-laki paruh baya tersebut adalah seorang Eksibisionis.

Eksibisionis adalah suatu keadaan seseorang yang memiliki dorongan, fantasi, serta Tindakan yang selalu ingin mempertontonkan (Ekshibisi) alat vital, atau bahkan seluruh tubuhnya kepada orang asing, dan tentu saja penyimpangan ini sangat meresahkan. Pelaku mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan di saat orang lain melihatnya dan semakin orang lain panik, maka kepuasannya akan semakin bertambah. Para pelaku mulai tidak segan-segan untuk memperlihatkan daerah sensitifnya, mulai dari tempat yang sepi, hingga yang lebih parah, dipertontonkan di keramaian. Pelaku pada umumnya hanya sebatas mempertontonkan kepunyaannya saja, namun walau kontak seksual jarang terjadi, namun pelaku dapat bermasturbasi sambil mengekspos dan memperoleh kepuasan.

Saya pernah membaca bahwa faktor tersebut termasuk ke dalam gangguan kepribadian antisosial, akibat dari minuman keras juga, dan kecenderungan pedofil. Bisa juga dikaitkan dengan pengalaman pribadinya pernah mengalami pelecehan seksual dan psikologis pada saat masih kecil. Oleh karena itu, penting kita mewaspadai kondisi sekitar, apalagi lingkungan dan pergaulan pada saat ini begitu majemuk.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post