SONG OF THE SEA, BIKIN BETIS LELAH PERMANEN
Tantangan menulis hari ke-81
BAGIAN KE-3 DARI BERTENGKAR DI NEGERI LIN HSIEN LOONG
Selesai di Sentosa Island, tentunya tempat yang paling diburu adalah Marina Bay, tempat mencloknya si Singa berbadan ikan yang sangat fenomenal itu. Merlion adalah salah satu lambang yang paling dikenal bagi para wisatawan yang berkunjung ke sini. Patungnya yang dahulu terletak di Merlion Park, dipindahkan ke seberang Fullerton Hotrl, pada Aptil 2002 (kata pramusaji Starbucks, entah benar entah tidak.
Singapore merupakan negara yang memiliki sistem transportasi publik yang baik. Dengan mengutamakan kenyamanan, tepat waktu dan efisien sehingga memudahkan turis maupun penduduk lokal mengelilingi Singapore, seperti Taksi, Bus Kota, Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (LRT)
Sebetulnya kalau kita berjalan olangan, kita tidak perlu takut karena tersesat. Selain kecil, informasi rute dan petunjuk jalan yang ada di Singapore juga sangat jelas dan mudah ditemukan. Asaaaaaaal, bahasa Inggris kita oke, tentunya .
Jika bertiga atau berempat, naik Taksi busa lebih murah dibandingkan naik MRT jika jarak tempuhnya jauh, begitu kata guide. Namun perlu diperhatikan, Taksi di Singapore hanya boleh berempat dan juga kita harus berhati-hati karena Taksi di Singapore juga memberlakukan biaya tambahan.
Bus kota juga busa jadi alternative saat kamu mengelilingi Singapore. Dengan menggunakan Bus, kita busa dengan jelas memandangi suasana kota Singapore. Semua pelayanan biaya dan sistem yang digunakan adalah sama, yaitu dengan menggunakan kartu EZ-Link yang busa dibeli di stasiun MRT atau bus. Rute-rute bus Singapore sangat banyak dan dapat dengan mudah ditemui di setiap halte bus. Ada pula layanan bus malam (Night Rider dan Night Owl) yang beroperasi mulai pukul 00.00 hingga 02.00 dini hari pada malam-malam akhir pekan dan malam sebelum hari libur.
Ok, Marina bay sudah di depan mata. Cuaca yang sangat terik membuat kami kecapean. Haus luar biasa. Aku bersama Dina memutuskan untuk mencari tap water, biar gretongan...hihihi, tinggal pencet knob, air langsung ditangkap sama mulut kita. Berasa jadi Manuel Nuerer, si kiper terbaik deh.
Tapi sudah hampir semua kujelajah balik, demi mencari setitik air minum, namun tak jua kudapati yang gretongan. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli air di Starbucks aja. 4,6 SGD, untuk sebotol kecil (ukuran dot bayi) orange juice. Air mineral aja 3,8 SGD. Akhirnya, sambil melepas lelah, kami nongkrong dulu di situ. Tak lebih dari 10 menit, kami pun keluar untuk bergabung dengan 2 teman yang lain. Aku dan Dina tergoda untuk mengambil beberapa gambar depan Marina Bay, termasuk berfoto bersama Singa sang Icon. Beberapa juga mengambil gambar.
Sebetulnya, karena lelah yang berkepanjangan, aku dan Saktie busik-busik, lebih baik balik kanan, namun guide tidak setuju, karena menurut dia, kita harus disiplin dengan apa yang sudah diprogramkan. Semangat down lagi, manakala guide bilang bahwa untuk mencapai gedung marina bay sands, kami harus berjalan kaki ke sana. OMG, betis rasanya mau membludaks aja, mana pake sepatu lumayan tinggi.
Dengan tanpa banyak cakap, kami pasrah dengan apa yang diperintahkan guide. Mencapai Marina Bay Sands, dengan berjalan kaki. Sebetulnya, rasa cape terbayarkan oleh pemandangan kiri kanan.
Marina Bay Hotel di Singapore, memang merupakan desain yang unik. Di daerah hotel itu, terdapat taman ang busa memandang Singapore dari kejauhan, cantik untuk berfoto, baik siang apalagi malam hari.
Berdiri di atas '3 tiang' ( gedung hotel ), konsep kapal menjadikan hotel ini sangat unit dan megah. Kapal tersebut menjadi 'icon' Singapore yang baru, dan menurut kabar angin, Syahrinie sering bangt ke sini.
Selain 7 icon yang lain : Merlion, The Esplanade, Singapore Flyer, Sentosa Island, Universal Studio Singapore, Song of the Sea dan Orchard.
Ternyata, rencana guide untuk keukeuh mencapai depan hotel Marina, terbayarkan, karena setiap malam minggu. di sini diputar Song of the sea. Permainan lampu yang sangat keren. Saking lelahnya, aku tidur dengan cueknya, membelakangi orang-orang yang ingin menyaksikan Song of the Sea.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan