Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

THE TUXEDO BAGIAN KE-1 (RENCANA KE SEATTLE)

Tantangan menulis hari ke-63

"Please, sit down!"

Terdengar suara, Mr. Philips, ketika aku membuka pintu ruang kerjanya yang berukuran 5 x 6 meter. Sebetulnya ruang kerjanya bukan di sini, akan tetapi Mr. Philips selalu menghabiskan waktunya di tempat ini, ruangan yang sedikit agak ke dalam, tempat persembunyiannya dari banyaknya wartawan yang terkadang tak kenal lelah untuk mengerubunginya. Maklum, selain kaya, Mr. Philips memang lumayan terkenal dengan segala kiprahnya di dunia bisnis.

Langkahku masih tertahan karena Mr. Philips ternyata duduk membelakangi meja kerjanya. Aku berdehem kecil supaya dia membalikkan tubuh atletisnya dan langsung melihat sosokku.

Ya, dia memang memutarkan kursinya untuk kemudian tubuhnya menjadi tidak membelakangiku lagi, namun tatapan matanya masih ke arah buku tebal yang sedang dipegangnya.

"Can I ...." Aku tak melanjutkan perkataan demi melihat Mr. Philips yang tiba-tiba saja memandangiku dengan tatapan yang sedikit lain dari biasanya. Dan itu sulit kutafsirkan artinya. Antara pandangan menerawang, melamun, atau ... ah, bingung, yang jelas, ada hampir 5 detik matanya tertahan di mataku. Aku sedikit salah tingkah. Kubenahi rok bawahan agar terlihat lebih rapi, menutupi kegugupan.

"Sure!" Telunjuknya mengarah ke kursi yang berada di hadapan meja kerjanya.

Pelan, aku menuju kursi itu. Suara pantofel memecah keheningan. Mr. Philips meletakkan buku tebalnya, lantas meraih gelas berisi air putih dan meminumnya dengan santai. Aku hanya bisa melihat dengan sudut mata, tanpa berucap sedikit pun. Benar-benar menunggu.

"Carol, bisakah kamu mendampingiku ke Seattle, besok?" tanyanya tanpa basa-basi.

Aku perlahan mengangkat muka sekadar memastikan pendengaran. Ke Seattle, artinya, Mr. Philips mengajakku ke kantor pusat. Oh God.

"Can you...?" Mr. Philips seolah ingin memastikan kesanggupanku.

"Oh, sure!" Dengan tanpa pikir panjang, aku segera menjawab pertanyaannya.

"Ok, thank you." Datar tanpa irama. Aku pastikan Mr. Philips menginginkan aku meninggalkan ruangannya. Apalagi dia mengambil kembali buku tebalnya. Dengan mengucapkan terima kasih, aku pun berpamitan untuk meninggalkannya.

Beberapa pasang mata mengekorku ketika keluar dari ruangan kerja Mr. Philips. Ya, mereka pantas untuk mempertanyakan keberadaanku di ruangan itu, sebab tidak biasanya Mr. Philips mengundang karyawannya ke situ. Apalagi aku bukan sekretaris pribadinya. Well, aku hanya staf administrasi biasa.

Tatapan mereka yang serempak melihat kedatanganku memang seolah dikomando, karena pintu hubung menuju ruangan mereka hanya satu. Walau tempat kerja terhalang dinding transparan, namun gerakan refleks tubuh memutar mereka nampak jelas akibat dorongan pintu dan suara pantofelku yang nyaring.

Semua pada posisinya, dengan kerjaan masing-masing, namun mata mereka seolah berpikiran sama kepadaku. Intinya mempertanyakan keberadaanku di ruangan Mr. Philips. Terbaca memang.

Aku berusaha sewajar mungkin untuk tidak terlihat gugup. Mereka memang kembali asyik dan tenggelam dalam kesibukan masing-masing, namun aku yakin, pasti aku akan menjadi materi gibahan yang empuk saat jam istirahat. Tidak mengapa, toh aku sudah tahu karakter semua penghuni di sini. Tempat kerja yang lumayan menjanjikan, namun harus kuat dengan berbagai hantaman.

"Carol, kamu baik-baik saja, kan?" Lily bertanya tanpa melepaskan pandangan matanya dari layar komputer. Jemarinya yang lentik, lincah menelusuri papan keyboard.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post