VIRAL, GILA LITERASI, SEORANG ISTRI MENELANTARKAN RUMAH TANGGA
Tantangan menulis hari ke-66
Hari-hari kemarin menjadi sesuatu yang sangat begitu memberi pelajaran bagi banyak orang, terutama yang suka menulis. Betapa tidak, tiba-tiba saja dunia tulis-menulis digegerkan dengan adanya pemberitaan tentang seorang suami yang menghubungi pihak sebuah percetakan yang lumayan ternama untuk menghentikan kegiatannya nulis bareng. Ini sang Suami lakukan karena istrinya menjadi menelantarkan rumah tangganya karena ingin terus menerus menulis, dan tidak mau melewatkan kegiatan literasi ini saking kecanduannya. Sang Suami meminta kepada pihak percetakan untuk meninjau ulang dan lebih selektif lagi di dalam menyelenggarakan sebuah event, termasuk disarankan untuk menanyakan latar belakang penulis, hingga meminta izin pasangannya, jika penulis tersebut memiliki pasangan.
Kronologis cerita, seorang ibu rumah tangga memiliki dua orang anak menjadi berubah perangai, dan sering marah-marah tidak jelas, sering melamun, hingga kedua anaknya menjadi terlantar. Singkatnya, kewajibannya sebagai seorang istri menjadi terbelengkalai. Akibat dari semua itu, anak-anaknya mengalami trauma psikis karena sering mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari si Ibu yang dikatakan sedang gila literasi. Tentu saja hal tersebut membuat suami berang dan menganggap ini menjadi hal yang sangat serius, apalagi kemudian istrinya kedapatan menulis bareng dengan seorang laki-laki yang diduga memiliki hubungan khusus, dan bisa jadi dari kesamaan kesukaan sudah timbul benih-benih rasa suka. Selanjutnya ada pertemuan yang mengatasnamakan dari percetakan.
Sang Suami merasa perlu untuk membereskan hal tersebut, karena merasa perilaku istrinya menjadi sangat berubah 180 derajat, dan ini sudah berlangsung selama 2 tahun. Apalagi anaknya yang berumur empat tahun mengalami gangguan psikis ketakutan melihat ibunya sering marah-marah. Awalnya sang Suami tidak berprasangka bahwa yang menyebabkan hal tersebut adalah dari kegiatan menulis istrinya, namun ketika dicari tahu penyebabnya, ternyata selama ini istrinya menekuni kegiatan menulis tanpa sepengetahuannya. Sikapnya yang memang agak tertutup membuat sang Suami sulit untuk mengomunikasikan.
Intinya, sang Suami menginginkan tidak adanya permasalahan yang diakibatkan oleh keantengan seorang istri di dalam berliterasi, walau postitif dan merupakan pengembangan hobi, namun tetap apabila mengorbankan banyak pihak, semua akan menjadi kacau.
Tentu saja hal tersebut ditanggapi oleh percetakan dengan segala pertimbangan dan kebijakan, bahwasanya hal rumah tangga merupakan masalah privacy dan tidak pantas dibuka untuk konsumsi umum, namun pihak percetakan di mana pun pada intinya tidak ikut campur pada urusan personal yang tidak ada kaitannya dengan event yang sedang diselenggarakan. Selama buku tersebut masih menjadi tanggung jawab percetakan untuk memasarkannya, maka pihak lain tidak boleh menghentikannya dengan alasan pribadi, kecuali ada kaitannya dengan plagiarisme. Adapun izin dari pasangan, seharusnya itu memang menjadi tanggung jawab para penulis.
Setahu saya, pihak percetakan tidak pernah memaksa seorang penulis untuk mengikuti event. Ketika seorang peulis menyatakan ingin bergabung dengan sebuah event, tentu pihak penyelenggara tidak akan begitu terlampau mencampuri urusan rumah tangga para kontributor. Semua dikerjakan atas dasar symbiosis mutualisma dengan berbagai alasan.
Tentu, sebagai seorang penulis, kita harus bisa memilah kapan waktu untuk menulis, kapan waktu untuk keluarga, sehingga akan memperkecil kemungkinan persoalan rumah tangga yang akan muncul di kemudian hari. Mudah-mudahan persoalan di atas akan menjadi pelajaran bagi kita yang senang menulis untuk dapat lebih bersikap bijak di dalam memanage sesuatu. Karier, rumah tangga, anak, pasangan, adalah sesuatu yang perlu dimanage dengan sangat baik, dan itu perlu perhatian yang serius dari kita.
Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
