Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DI BALIK PENUNJUKAN ARTIS SEBAGAI JURU BICARA PEMERINTAHAN, LAYAKKAH?

DI BALIK PENUNJUKAN ARTIS SEBAGAI JURU BICARA PEMERINTAHAN, LAYAKKAH?

Tantangan menulis hari ke-93

Penunjukan seorang artis untuk bekerja atau menjadi duta di pemerintahan memang banyak menimbulkan perdebatan. Wajar, karena sepintas kehidupan artis selalu yang lebih dominan terlihat adalah tentang kehidupannya yang glamour dan sangat dekat dengan dunia malam. Untuk beberapa, warganet menganggap bahwa penunjukan pekerjaan kepada artis adalah salah alamat, karena tujuan awal yang barangkali bisa mengangkat nama event tersebut, malah menjadi kontradiktif dengan kehidupannya. Contoh dengan terpilihnya Zaskia Gotik sebagai duta Pancasila. Keheranan warganet akan terpilihnya Zaskia sangat beralasan karena sebelumnya, Zaskia sempat tersandung masalah ketika dia dianggap memperolok Pancasila, bahkan tidak hapal sila-sila dan lambang Pancasila dalam sebuah acara televisi. Namun penunjukkan Zaskia memiliki alasan yang masuk akal juga. Disebutkan, dengan menunjuk Zaskia, akan mendorong yang bersangkutan untuk lebih mendalami dan mempelajari Pancasila lebih bagus lagi.

Atau misal penunjukan artis panas, Sandy Mamahit dalam kepengurusan Asian Games 2018 yang sempat menghebohkan karena dinilai tidak ada sangkut pautnya dengan perhelatan akbar tersebut. Ini menjadi catatan unik bagi Indonesia dalam penunjukkan seorang public pigure.

Pada hari Kamis, 29 Maret 2022, Menkominfo, Johny G. Plate mengumumkan tentang penunjukan Maudy Ayunda, aktris dan penyanyi muda menjadi juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia. Bagi penggemar Maudy Ayunda, penunjukan dirinya sebagai juru bicara pemerintah tidaklah berlebihan. Maudy dikenal sebagai artis yang cerdas, lullusan program sarjana philosophy, politics, and economics University of Oxford, dan juga lulusan master of business administration, serta master of arts in education dari Stanndford University. Maudy juga menguasai beberapa bahasa asing, dengan demikian dia diharapkan akan banyak membantu.

Kompetensi Maudy tersebut, sangat berkaitan dengan tugas seorang juru bicara yang tentunya harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat luas, terutama dalam cakupan komunikasi politik. Seorang yang menjadi juru bicara memberikan penyampaian komunikasi lewat pemberitaan media kepada masyarakat. Pernyataan tersebut harus objektif, dan dapat diyakini oleh masyarakat. Jadi, memang tugas seorang juru bicara tersebut tidak mudah, Apalagi ini untuk presidensi G20.

Presidensi merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh 20 pemimpin negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia yang tergabug dalam Forum G20. Dengan kepercayaan tersebut, Indonesia harus mampu menggunakan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. G20 sendiri merupakan forum kerja sama multirateral yang di dalamnya ada 19 negara utama dan Uni Eropa. Mempresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. G20 dibentuk pada tahun 1999.

Jadi, sudah terbayang betapa berat tugas Maudy Ayunda. Namun berbekal penglaman yang banyak, kita berharap Maudy dapat membawa nama baik Indonesia. Tidak banyak yang tahu jika Maudy telah lama bergelut aktif dalam pemerintahan kita. Sebut saja pada tahun 2015, ternyata dia pernah mendampingi Perdana Mentreri Inggris saat berkunjung ke Indonesia. Di tahun itu pula Maudy berhasil menjadi pembicara termuda di forum yang besar, yaitu Forum Ekonomi Global. Pernah pula menjadi juru bicara dalam melawan perbudakan modern di istana wakil presiden di tahun 2017. Maudy juga berhasil masuk Forbes “30 under 30” dalam kategori Art, style, and Entertainment.

Ketika didaulat untuk menjadi juru bicara yang hanya berlangsung 20 tahun sekali ini, Maudy sangat bersemangat dan akan menjadikan momentum ini untuk turut mendorong Indonesia mendukung dunia untuk pulih bersama guna mengatasi tantangan ekonomi global.

Melajulah Perahu Kertasku, menangkap peluang Tendangan dari Langit, kami tahu, kau bukan sekadar Sang Pemimpi dari Rumah Tanpa Jendela. Kau adalah Malaikat Tanpa Sayap.

Note, yang dibold adalah Beberapa judul film yang dibintangi Maudy.

Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post