Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
IMBAUAN MUDIK ALA MARUF AMIN DAN PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL

IMBAUAN MUDIK ALA MARUF AMIN DAN PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL

Tantangan menulis hari ke-119

Aroma mudik sudah mulai terasa mulai minggu ini. Seperti biasa, mudik akan selalu meninggalkan catatan bagi para pemakainya. Apalagi kalau bukan macet dan segala permasalahannya. Mudik masih dianggap sebuah keharusan agar rasa Idulfitrinya semakin terasa. Banyak sekali yang dapat kita lakukan di kampung halaman. Selain saling mengunjungi antarkeluarga, teman, dan sahabat, di sana juga kita dapat nyekar, dan menikmati kota kelahiran dengan penuh kenangan. Itu yang menyebabkan mengapa orang masih ingin selalu mudik ke kota kelahirannya masing-masing. Untuk dapat mudik, kita memerlukan usaha dan perjuangan. Mulai dari persiapan, hingga eksekusi. Tak jarang dari persiapan, selalu saja ada barang yang tertinggal.

Di tanggal 27 April 2022 lalu, Wapres Ma’ruf Amin mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak berangkat mudik secara berbarengan. Imbauannya tersebut langsung direspon oleh warganet dengan berbagai ekspresi yang lucu. Tentu, kita sebenarnya dapat menangkap apa yang dimaksud oleh Pak Ma’ruf, namun memang respon dari masyarakat juga dapat diterima secara akal sehat. Menurut warganet, bagaimana mungkin masyarakat bisa menentukan waktu yang tepat agar tidak saling bentrok ketika mudik. Dapat dibayangkan untuk jabodetabek saja, diperkirakan sekitar 450 keluarga yang akan mudik. Bagaimana caranya mengatur mereka supaya tidak mudik secara berbarengan? Ma’ruf sendiri berbicara sesuai dengan apa yang dititahkan oleh presiden, agar ketika mudik tidak berlama-lama sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan di jalanan sehingga mengurangi kemacetan.

Untuk pemecahan masalah dengan mengatur jam keberangkatan dan kepulangan para pemudik memang sangat tidak masuk akal. Namun sepertinya aturan ganjil-genap akan sedikit bisa memecahkan masalah kemacetan, sehingga jumlah kendaraan yang turun akan disesuaikan dengan nomor.

Lepas dari masalah tersebut, di balik fenomena macet kendaraan ternyata selalu ada hikmah yang bisa kita petik. Di antaranya adalah:

1. Melatih Kesabaran

Seringkali kesabaran kita diuji di jalanan. Dengan kondisi kendaraan macet total atau pun tidak. Kadang amarah kita terpancing oleh pemudik lain yang tidak sengaja menyenggol kendaraan kita, atau bahkan menjadi saling salip. Keadaan demikian bisa berakibat antarpemudik menjadi beradu mulut, tidak jarang bahkan sampai beradu fisik. Kesabaran juga diuji ketika semua kendaraan berlomba-lomba untuk saling mendahului agar cepat sampai.

2. Mengasah Kepekaan

Keadaan yang serba crowded mengakibatkan kepekaan kita diuji. Yang paling utama adalah saling pengertian antarpemudik. Peka satu sama lain dan saling menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan keributan. Baik di dalam mobil sendiri, maupun di luar mobil.

3. Kepedulian Sosial

Seringkali ketika mudik, kita melihat banyak orang-orang di sekitar yang memerlukan uluran tangan kita untuk dibantu. Entah itu pengemis sungguhan, atau juga orang malas berkedok pengemis. Anak-anak terlantar, bangunan yang tak layak huni, yang kesemuanya seharusnya dapat enjadikan kita menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur.

4. Berjaga-jaga

Mudik mengajarkan kepada kita untuk selalu lebih berjaga-jaga, mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih mendetail sehingga pada saat di perjalanan apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, semua dapat kita atasi. Baik itu dari peralatan pertukangan, perbekalan, keuangan, pakaian yang cukup, meninggalkan kondisi rumah yang kosong agar tidak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, atau penyediaan obat-obatan yang diperlukan.

5. Selalu berpikir positif

Dengan kondisi tubuh semua para pemudik yang hampir sama (Lelah, cape, ngantuk, pusing, bosan, dll), diharapkan kita menjadi saling mengerti bahwa semua para pemudik memiliki tujuan yang sama. Semua ingin segera sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Oleh karena itu jangan merasa paling harus didahulukan. Budaya antre dalam segala bidang harus ditingkatkan. Dengan selalu berpikir positif, maka pesan yang tersampaikan ke otak pun akan positif pula sehingga seluruh pemudik yang menjalani perjalanan menjadi enjoy dan tidak dianggap beban.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post