Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENGAPA ORANG BANYAK YANG BENCI KEPADA ADE ARMANDO

MENGAPA ORANG BANYAK YANG BENCI KEPADA ADE ARMANDO

Tantangan menulis hari ke-102

Tiba-tiba saja nama Dosen UI yang penuh kontroversi, Dr. Ade Armando, M.Sc. Kembali menyeruak di hari Senin, 11 April 2022 pada saat demo mahasiswa di depan Gedung DPR. Viralnya nama Ade karena dikeroyok orang tak dikenal ketika dia sedang menghadiri demo mahasiswa di depan Gedung MPR/DPR. Sebelum kejadian pengeroyokan, terlihat Ade bersama timnya menenteng kamera untuk mengontrol aksi demo. Tiba-tiba muncullah saling adu mulut antara Ade dengan seorang ibu-ibu yang tak terelakkan. Akhirnya berujung pada Tindakan provokatif yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk melakukan Tindakan pengeroyokan. Akhirnya Ade menjadi bulan-bulanan massa. Ade sempat menangis dan memohon ampun. Bukannya menghentikan pengeroyokan, massa malah semakin brutal dan berusaha menelanjangi. Untungnya aparat kepolisian segera turun tangan dan mengamankan Ade yang sudah babak belur, dan yang lebih memprihatinkan celananya sudah dilucuti.

Separah apa kesalahan Ade? Mengapa banyak yang benci kepadanya? Barangkali beberapa kasus di bawah ini merupakan salah satu penyebab Ade banyak yang membenci.

Sebagai pegiat media sosial, rasanya tak pantas mengunggah meme Anies Baswedan menjadi “Joker”di akun Facebooknya. Menurut Ade, meme tersebut sanagat cocok untuk mengkritik Anies.

Meskipun Ade berkilah bahwa meme tersebut dia dapatkan dari grup Whatsapp, namun Ade tetap dilaporkan ke kepolisian. Hingga kini kasus itu masih mandeg.

Terkena pelanggaran UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) setelah Ade menuliskan kalimat di Facebook bahwa “Allah bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya, Medan, Ambon, Hiphop, Blues.:

Mengunggah foto Habib Rizieq bersama sejumlah ulama dan mengenakan topi Santa Claus pada Desember 2017.

Sebut Azan tidak suci

Ade menyebut bahwa LGBT tidak diharamkan dalam Islam.

Tidak perlu menghafal Al-Qur’an karena kecanggihan digital.

Tapi, jangan jadikan kekerasan sebagai sebuah pembenaran karena walau bagaimana pun, kita harus tetap bijaksana dalam menghadap masalah. Kekerasan bukan jalan untuk balas dendam akan ketidaksetujuan berpendapat. Walau begiitu, jika memang dia bersalah, negara kita adalah negara hukum, biarlah hukum yang berbicara walau terkadang kita rasa semua itu tumpul, bahkan saking hukum dan hakim di Gedung pengadilan tak lagi dapat kita harapkan, akhirnya hukum dan hakim jalananlah yang akan bekerja.

Kejadian yang menimpa Ade Armando di bulan suci ini semoga memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya menjaga lisan dan tulisan. Di dunia saja sudah diperlihatkan hukuman dengan kontan, apalagi di akhirat nanti. Naudzubillahimindzalik. Semoga kita selalu dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Azza wa Zalla.

Aamiin Yaa Rabbal Aalaamin.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post