MENULIS BEST PRACTICE DENGAN METODE MARI PUASA
Tantangan menulis hari ke-94
Best Practice atau dengan kata lain disebut Praktik Baik, adalah sebuah istilah yang dipergunakan untuk menuliskan pengalaman terbaik seseorang (guru, kepala sekolah, pengawas sekolah) mengenai keberhasilannya di dalam menjalankan tugasnya. Dengan kata lain, Best Practice adalah pendeskripsian seorang guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah di dalam memaparkan pengalaman terbaiknya selama dia bertugas. Guru, kepala sekolah, dan tentu saja pengawas tentu memiliki pengalaman yang berbeda satu sama yang lain berdasarkan pengalamannya masing-masing selama dia bertugas. Lamanya waktu yang dimiliki, menjadi salah satu pembeda seberapa berpengalaman guru, kepala sekolah dan pengawas berperan. Secara kuantitatif, jelas beda, namun jangan salah, lama atau sebentarnya waktu bukan menjadi jaminan bagi mereka yang belum lama mengajar tapi memiliki pengalaman terbaik lebih bagus.
Ada kalanya yang memiliki masa kerja di bawah 20 tahun, lebih peka dengan permasalahan tugasnya di lapangan, sehingga dia mencari solusi dari permasalahannya tersebut, namun ada juga yang sudah senior, masih peduli dengan permasalahan yang dihadapi. Dengan kata lain, semua tergantung kepada individu masing-masing pada akhirnya. Ini masalah kualitas. Artinya tidak menjadi jaminan, seseorang yang telah lama bertugas, mampu menuangkan pengalaman terbaiknya ke dalam sebuah Best Practice.
Best Practice untuk guru lebih menekankan kepada permasalahan guru tersebut selama mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelasnya masing-masing. Kalau kepala sekolah lebih menekankan kepada praktik manajerial di sekolahnya dengan guru-guru yang berada di dalam asuhannya, sedangkan untuk pengawas sekolah lebih ditekankan kepada sekolah binaannya. Best Practice tidak sama dengan PTK, karena di dalam Best Practice kita tidak memakai siklus.
Pengalaman tersebut seharusnya dibagikan kepada orang lain agar orang lain terinspirasi ketika mengalami permasalahan yang sama di lapangan. Caranya adalah dengan mau menuangkan gagasannya ke dalam sebuah tulisan. Tulisan tersebut lantas kita susun dan menjadi sebuah Best Practice dengan bahasa yang sederhana. Seperti yang kita ketahui bahwa Best Practice adalah salah satu bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru. Semua dapat menuliskan pengalaman terbaiknya asal diikuti dengan niat, bukan hanya niat untuk mendokumentasikan pengalaman terbaiknya, namun juga untuk berbagi dengan rekan sejawat sehingga diharapkan dapat menginspirasi. Praktik baik tersebut dilandaskan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan belajar mengajar di kelas serta nantinya akan menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana caranya agar kita mudah menghapal Langkah-langkah Menyusun tulisan Best Practice. Metode tersebut saya beri nama MARI PUASA.
Metode MARI PUASA merupakan akronim dari Masalah, Refleksi, Pemecahan, Usaha lakukan, dan Sampaikan. Agar lebih jelas, mari kita pelajari satu per satu. Di dalam menulis Best Practice, hal yang pertama perlu kita identifikasi adalah masalah. Permasalahan apa yang terjadi dan pernah kita alami selama mengajar di kelas yang dapat diangkat menjadi sebuah tulisan tentang pengalaman terbaik. Masalah yang diangkat tentunya masalah yang dapat diatasi oleh kita dengan cara kita sendiri. Hal yang diangkat bersifat original dan benar-benar keluar dari kita.
Langkah selanjutnya adalah Refleksi. Refleksi gunanya adalah untuk mencari akar permasalahan yang terjadi sehingga kita lebih mudah untuk mencari pemecahan masalah yang tepat.
Pemecahan masalah adalah Langkah berikutnya. Di sini kita dituntut untuk mencari pemecahan masalah yang paling tepat untuk mengatasi masalah yang sudah teridentifikasi. Setelah pemecahan masalah kita dapatkan, maka kita usaha untuk melakukan suatu tindakan di dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan metode atau Teknik yang kita punya tadi, sehingga permasalahan terpecahkan. Untuk pemecahan masalah, itu harus orisinal, inovatif, kreatif, dan efisien. Selain itu mampu menyelesaikan masalah dengan cara terbaik dan mempunyai dampak serta manfaat yang berkelanjutan, sehingga menjadi model baru yang nantinya menginspirasi bagi yang lainnya.
Langkah terakhir, ketika permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang bagus, tiba saatnya kita untuk menyampaikan semua pengalaman praktik baik kita kepada khalayak (tentunya melalui laporan penulisan Best Practice) agar apa yang pernah kita alami dengan peserta didik, dapat menginspirasi rekan sejawat lain yang kebetulan memiliki permasalahan yang serupa sehingga mudah-mudahan mereka juga dapat mengalami keberhasilan yang sama.
Uraian lebih lanjut bisa meminta ppt kepada penulis.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
