Erni Wardhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENUMBUHKAN TRADISI BARU DENGAN MEMBACA AL-QURAN DI JALANAN

Tantangan menulis hari ke-95

Sesuatu dikatakan inovasi apabila hal tersebut merupakan sebuah gebrakan mengenai hal terbaru yang tentu saja berangkat dari ilmu pengetahuan serta yang terpenting dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Inovasi sangat diperlukan dalam kehidupan, oleh karena itu, inovasi dapat dikatakan sebagai sebuah gagasan baru yang diimplementasikan untuk memprakarsai sesuatu. Apabila hal baru tersebut diterima oleh khalayak banyak, maka ide tersebut dapat dikatakan sebuah inovasi.

Menjelang Ramadan kemarin, viral aksi mengaji di sepanjang jalanan Malioboro. Mereka mengaji sambil gelar tikar di sana. Berita tentang kegiatan ini langsung ramai di Tweeter. Apakah ini adalah sebuah inovasi baru dalam menggerakan seseorang untuk lebih giat mengaji? Tentu kita tidak dapat berprasangka yang naeh-aneh, seperti biasa kita harus menilik dari berbagai sudut pandang.

Banyak yang mencibir dengan aksi mengaji ini, beberapa ada yang menyebut riya, dan mengatakan jika kegiatan mengaji lebih baik diadakan di tempat yang sudah disediakan. Apalagi masih banyak masjid dan musala yang kekurangan penghuninya. Namun, kendati banyak yang melontarkan pendapat seperti itu, selalu ada sisi yang pro dan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut tidak ada salahnya selama tidak mengganggu yang sedang beraktivitas di jalanan tersebut.

Saya pribadi sempat berpikiran, jangan-jangan sang penggagas acara terinspirasi dari acara Paris Street Fashion gara-gara heboh tentang Paris Fashion Week kemarin? Who knows. Hanya saja konsepnya berbeda, sang penggagas menginginkan tradisi religi lewat mengaji di jalanan. Apapun itu, untuk idenya saya anggap lain daripada yang lain, karena penggagas berani mempertaruhkan dirinya dengan mengusung ingin mengangkat tradisi religi. Seperti yang kita ketahui, tradisi adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang dengan cara yang sama. Dengan kata lain, penggagas menginginkan kegiatan barunya tersebut ingin terus berlanjut dan dijadikan kebiasaan. Yang sedikit agak menjadi pertanyaan, untuk kegiatan yang diharapkan menjadi sebuah tradisi baru tentunya dipersiapkan dari jauh-jauh hari dan direncanakan dengan sangat matang, namun ternyata menurut ketua Badan Wakaf Al-Qur’an Jogja yang ternyata merupakan penggagas acara mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan spontanitas, dan hanya berlangsung sekitar 10 menit. Bahkan lebih lanjut, menurut ketua BWA tersebut, kegiatan yang bertajuk Jogja Mengaji ini tidak meminta izin kepada kepala UPT Kawasan Cagar Budaya Malioboro karena memang spontanitas. Jadi di sini menjadi kontradiktif antara apa yang sudah dilakukan dengan apa yang sebelumnya direncanakan.

Apapun itu, menggerakan supaya orang mau mengaji adalah sebuah niat yang sangat mulia, di tengah gempuran kegiatan yang kurang atau bahkan tidak berfaedah lainnya yang justru luput dari pemberitaan media sosial. Hanya saja barangkali untuk gagasannya dapat dikonsep ulang dengan lebih terencana dan tidak menjadi polemik, bahkan harus didukung sepenuhnya oleh khalayak, apalagi ini berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Dan jangan sampai dilupakan bahwa membaca Al-Qur’an ada adab-adabannya (Mushaf Tajwid), di antaranya adalah:

1- Hendaklah yang membaca Al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian.

2- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih.

3- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci.

4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qur’an di masjid. Di samping masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah i’tikaf.

5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan.

Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post