CELOTIP CONFLICT, DRAMA MEMBUKA TOPLES YANG KEMARIN VIRAL
Tantangan menulis hari ke-129
Hari Lebaran telah berlalu, namun serba-serbi kelucuan masih terasa hingga kini. Dari peristiwa mudik, bagi-bagi uang THR, hingga mencicipi kue Lebaran. Yang terakhir semakin viral ketika Gubernur Jawa Barat mengangkat isu membuka toples kue lebaran ini di media sosial. Memang, apapun kalau dijadikan bahan status oleh pesohor, semakin menarik untuk diperbincangkan. Dalam statusnya, RK membagikan video tentang cara membuka toples kue yang susah dibuka. Dalam postingannya tersebut, toples yang dijadikan contoh ternyata selotipnya sudah diberi tanda, sehingga memudahkan kita untuk membukanya. Namun, apa hendak dikata ketika gubernur kita membuka selotip tersebut, di tengah jalan, selotipnya malah putus sehingga membuat pak gubernur kewalahan kembali untuk mencari ujung selotip. Hal ini yang kemudian menimbulkan kelucuan. Ya, Pak Ridwan Kamil memang sedang bercanda. Dia memang seorang yang humoris. Dari situ kita bisa melihat bahwa Pak RK memang seorang pejabat yang senang dengan media sosial, sehingga tahu apa yang sedang hangat diperbincangkan di lapangan.
Lepas dari itu, memang benar, toples dagangan selalu diselotip dengan rapat dan sengaja susah untuk dibuka. Menurut para penjualnya, memang hal tersebut terpaksa dilakukan agar kue yang dijual menjadi tahan lama. Sehingga apabila selotipnya kuat, maka kemungkinan kue dimasuki semut, atau menjadi tidak segar karena ada udara masuk sehingga menjadi terkendalikan. Namun memang seharusnya para pedagang memberi ciri atau tanda agar yang membeli kue tidak kesal dan dapat menikmati kuenya dengan nyaman.
Drama mencari selotip di toples kue, memang bikin kita diuji seberapa sabar diri kita.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari Celotip Conflict adalah, kita harus selalu tenang di dalam menghadapi suatu permasalahan. Hadapi dengan penuh kehati-hatian, teliti dan tidak sampai merusak. Cari akar permasalahan sampai kita menemukan titik terang, pecahkan permasalahan tersebut dengan penuh kesabaran dan kesadaran bahwa banyak hal yang akan terjadi dengan pemecahan masalah yang kita pilih. Apabila kita gegabah di dalam menentukan waktu, atau misalnya kita terlalu terburu-buru, atau memaksakan diri, maka bersiaplah dengan risiko yang akan kita peroleh. Proses yang tidak selesai, masalah bertambah, emosi terpancing, atau akhirnya kita akan mendapatkan apa yang dimaksud.
Pada akhirnya, selalu ada hikmah yang dapat kita petik, bahwa dalam mencapai suatu keinginan, sesuatu yang enak untuk kita, memang diperlukan proses yang sangat rumit, namun apabila kita jalani dengan penuh kesabaran dan kesadaran, mau melakuan proses yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, tentu hasil yang kita dapatkan akan memuaskan bagi kita. So, teruslah semangat, buka mata buka telinga.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
