MENGAPA HARUS KETUPAT? TERNYATA BEGINI CERITANYA
Tantangan menulis hari ke-123
Salah satu makanan yang selalu kuburu saat mudik ke Garut adalah ketupat. Di Cianjur, bukannya tidak ada, namun ternyata, walau masih satu provinsi dengan Garut, ternyata makanan khasnya juga berbeda. Jadi jangankan dengan Garut, ternyata di Cianjur sendiri, lain desa, lain pula kebiasaan. Nah, tempatku tinggal sekarang, ternyata ketupat bukanlah makanan wajib setiap Lebaran. Ketupat kalah pamor sama beef steak, bebenye dan ulen (ketan putih). Jadi, hampir setiap Lebaran, kalau tidak mudik ke Garut, alhasil ketupat selalu terlewatkan.
Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam, ditambah sambal, kerupuk, dan bawang goreng, lengkaplah sudah. Biasanya para pembuat ketupat memakai pengawet yang tidak berbahaya, jadi ketupatnya tahan lama, juga teksturnya menjadi cakial (kenyal). Pernah, aku bertanya kepada mendiang Ibu, mengapa harus ketupat, apakah ada asal-usulnya? Pertanyaanku waktu itu hanya sebatas penasaran saja, sama halnya mengapa di hari Imlek, selalu ada dodol keranjang. Tapi pada saat itu Emak berkata bahwa ketupat di hari Lebaran bukan sekadar ketupat. Ada filosofi yang mengiringinya. Dalam bahasa Sunda, ketupat itu disebut kupat. Nah, kata Emak, setelah hari Lebaran, kita dilarang untuk ngupat (gibah, gossip, berbicara yang tidak penting). Pada saat itu aku tertawa, soalnya ingat orang Sunda, selalu pandai mencari cocokologi, seperti comro (oncom di jero), korsi (cokor di sisi), cilok (aci dicolok), dan lain-lain. Namun, ternyata, memang ketupat itu ada artinya.
Di dalam filosofi Jawa yang pernah kubaca dari sejarawan Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, ternyata ketupat memiliki makna khusus, ketupat atau kupat merupakan kepedekan dari ngaku lepat dan laku papat. Ngaku lepat, berarti mengakui kesalahan. Di Jawa, hal tersebut dikenal dengan tradisi sungkeman kepada orang yang dianggap lebih tua. Dengan sungkeman, kita diajarkan untuk selalu menghormati dan menghargai para orang tua, di samping itu diajarkan pula supaya kita selalu rendah hati dan berjiwa ikhlas. Sedangkan laku papat berarti empat tindakan, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Lebaran berarti kita telah menyelesaikan puasa, atau beralhirnya waktu puasa, Luberan (meluber, melimpah ruah), menandakan bahwa ada ajakan untuk bersedekah bagi kaum yang membutuhkan, dalam hal ini juga dapat berarti mengeluarkan zakat fitrah. Leburan, berarti lebur, semua dosa dan kesalahan dianggap telah melebur karena umat Islam sudah saling memaafkan satu dengan yang lain. Sedangkan Laburan diumpamakan sebagai kapur yang biasa digunakan sebagai penjernih air, maupun pemutih dinding. Jadi Laburan bisa diartikan sebagai ajakan supaya kita selalu menjaga kesucian lahir maupun batin.
Ketupat selalu dibuat dari janur, walau di beberapa daerah sekarang, janur sudah mulai tergantikan oleh plastik. Ternyata selain rasanya menjadi enak dan memiliki aroma yang khas, janur pun memiliki makna yang sangat dalam. Janur diambil dari bahasa Arab yang berarti Ja’a nur” (telah dating cahaya), sedangkan bentuk ketupat sebagai perlambang hati manusia. Jadi disaat kita mengakui kesalahan kepada orang lain, maka hati kita akan bagaikan ketupat yang terbelah, putih dan bersih tanpa ada rasa dendam, atau iri dan dengki. Hati kita sudah terbungkus oleh cahaya Illahi.
Rasanya menunggu besok hari ke Garut semakin tidak sabar karena membayangkan ketipat dan opor ayam yang khas, Aromanya sudah menempel di hidung dan sepertinya akan terbawa mimpi indah malam ini. Oh ya, buat yang membaca artikel ini, selamat Idulfitri, yaa. Mohon maaf lahir dan batin, salam takzim untuk keluarga besar di sana.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
