PENTINGNYA PENDIDIK BELAJAR MANTRA
Tantangan menulis hari ke-125
Siapa sih yang tidak mengenal Deddy Corbuzier? Dia adalah pesohor yang public speakingnya sterkenal angat bagus. Banyak yang terinspirasi oleh Deddy, termasuk saya tentunya sehingga hari ini saya ingin berbagi tentang hal-hal yang dapat diambil dari dia untuk perbaikan public speaking kita sebagai pendidik. Apa benar pendidik perlu memiliki keterampilan berbicara yang baik? Tentu saja ya, karena kita selalu berhadapan dan berhubungan dengan banyak pihak selain dengan peserta didik.
Saya mengenal Deddy Corbuzier lumayan lama, dan dari pertama dia terjun ke dunia entertainmen, saya langsung tertarik dengan sosoknya yang berkarakter. Banyak pesulap/ mentalis di Indonesia, namun saya hanya tertarik dengan pribadi Deddy yang pada saat itu bisa langsung menghentak dunia hiburan tanah air dengan penampilannya yang eksentrik. Akhirnya karena suka, saya tertarik untuk membaca buku karya Deddy yang berjudul Mantra, di tahun 2019. Terlambat memang, karena buku tersebut sudah ada di tahun 2006, namun tidak ada kata terlambat untuk kita meraup ilmu dari siapapun.
Sebelum membaca, sebetulnya saya sempat berpikiran bahwa isi buku ini akan berisi sesuatu tentang hal yang berhubungan dengan dunia magis lebih dalam, atau tentang how to make illusion, apalagi di dalamnya ada cuplikan ucapan Rommy, rekannya sesama mentalis, yaitu Romy Rafael yang berkata, "...saya harap ini adalah buku terakhir, dan tidak ada lagi buku mengenai topik ini, karena saya tidak ingin rahasia gelap ini diketahui banyak orang." Itulah yang membuat saya tergelitik untuk membaca. Ternyata, setelah membaca buku ini, di luar dugaan, benar-benar tidak sesuai ekspektasi saya. Buku ini tidak terkait secara langsung dengan dunia magis, melainkan berupa ilmu komunikasi psikologi,tentang bagaimana caranya membuat untaian kata yang menghipnotis dan kalimat supaya dapat memengaruhi, bahkan memanipulasi orang lain.. Walaupun begitu, buku ini lumayan bagus untuk mengetahui sudut pandang Deddy yang sekarang berprofesi menjadi presenter di podcast miliknya. Seperti yang kita ketahui, program podcast Deddy selalu trending dan mampu meraup pendapatan tertinggi di Indonesia, walau jumlah subscribernya di bawah para pesohor lain (Atta Halilintar, Raffi Ahmad, Ria Ricis), namun penghasilannya sekitar Rp7,79 miliar per bulan.
Sebetulnya Deddy Inkonsisten (bertentangan dengan apa yang disebut di buku ini), yaitu dia ingin fokus di dunia sulap modern, atau bisa jadi dia banting setir untuk hidup lebih baik, atau tidak mau mainstream karena sudah banyak yang mengikuti jejaknya? Apapun, itu merupakan pilihannya
Isi bukunya sendiri terdiri 2 bagian. Yang pertama tentang metode praktis berkomunikasi, termasuk bagaimana cara mendeteksi kebohongan lawan bicara kita. Yang kedua lebih menerangkan cara pandang Deddy tentang hidup dan kehidupan. Berikut pelajaran yang dapat kita ambil dari seorang Deddy:
1.Menggunakan ekspresi wajah
Perhatikan ketika Deddy sedang berbicara. Ekspresi wajahnya selalu membuat yang menonton betah melihatnya. Dia begitu mampu mengekspresikan diri dalam memainkan mimiknya. Bagaimana ketika Deddy sedang menatap lawan bicara, memancing, bahkan sekadar menertawakan hal yang dianggap lucu. Sangat ekspresif, dan itu merupakan nilai lebih seorang Deddy.
2. berbicara dengan percaya diri
Tegas, lugas, dan selalu on poin adalah ciri khas Deddy. Selalu percaya diri dengan gayanya yang santai namun sangat berkelas,
3. Berwawasan Luas
Ketika Deddy berbicara, dia mampu menggali ilmu dari lawan bicaranya dengan maksimal dan selalu penuh dengan jebakan. Pengetahuan dan jaringannya yang luas membuat kita selalu betah berlama-lama mengikuti podcastnya dari awal hingga akhir. Pengetahuan dan kecakapannya yang luar biasa mampu mendatangkan banyak pejabat penting untuk menjadi program podcastnya. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan belum tentu bisa dilakukan oleh host yang lain.
4. Tahu hot button penonton
Deddy sangat paham apa yang sedang dibutuhkan oleh penonton, sehingga para subscribernya rela mengikuti setiap tayangan podcastnya karena dia selalu menampilkan sesuatu yang sedang update, dan menjadi buruan warganet. Dia tahu plotting, dengan demikian subscribersnya terus meningkat.
5. Memiliki tim yang sangat solid
Sehebat apapun Deddy, apabila timnya tidak kompak dan tidak mampu mengimbangi cara kerja Deddy, saya kira Deddy tidak akan sehebat sekarang. Jadi tetap, selalu ada man behind the screen dari kesuksesannya.
Apabila kita menguasai dan mampu memperbaiki kelima rahasia tadi, bukan tidak mungkin kita mampu menginspirasi lebih banyak lagi orang.
Penulis adalah Guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
