MATI SURI
Setiap manusia memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanpa adanya kebutuhan maka manusia tidak akan bisa hidup yang layak karena tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik. Untuk mendapatkan uang tersebut maka setiap orang harus bekerja agar mendapatkan penghasilan yang halal.
Pekerjaan yang dilakukan manusia bermacam-macam dan diberbagai sektor ekonomi. Seperti di sektor pariwisata, perikanan, pemerintahan dan sebagainya. Pada umumnya penduduk Kepulauan Seribu bermata pencarian sebagai nelayan. Akan tetapi sejak ditetapkannya Kepulauan Seribu sebagai salah satu Destinasi Wisata di DKI Jakarta, maka penduduk yang semula bermatapencaharian sebagai nelayan berpindah ke sektor pariwisata.
Penghasilan dan kesejahteraan penduduk dengan dijadikannya Kepulauan Seribu sebagai tempat wisata cukup lumayan bagus peningkatannya. Karena banyak tamu atau pengunjung yang datang ke Kepulauan Seribu, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Pasa saat hari libur banyak wisatawan yang datang, bahkan sampai ada yang tidak kebagian home stay atau penginapan. Tidak sedikit rumah-rumah penduduk yang disewakan untuk tempat menginap para tamu, bahkan ada yang menyewa tenda sebagai tempat bermalam.
Dengan banyaknya tamu yang datang ke Kepulauan Seribu, banyak pula muncul jenis usaha masyarakat selain penyewaan home stay, diantaranya ada usaha travel, katering, guide, usaha produksi makanan khas, usaha produksi cendramata dan usaha penyewaan sepeda atau alat-alat snorkling. Sehingga pendapatan masyarakat dan daerah mengalami peningkatan dan kesejahteraan masyarakatnya lumayan bagus karena tidak ada yang memganggur.
Akan tetapi sejak adanya penyebaran virus corona, pendapatan masyarakat dari sektor Pariwiaata mati suri. Tidak ada lagi wisatawan yang datang, untuk menghidari penyebaran Covid -19 daerah Kepulauan Seribu ditutup dari para pendatang yang bukan penduduk asli Pulau. Kapal-kapal yang biasanya lalu lalang membawa wisatawan dilarang untuk beroperasi, dan yang dapat izin operasi hanya kapal perhubungan Itupun hanya mengangkut sembako dan penduduk pulau yang punya kepentingan penting ke pulau atau bekerja kekota.
Home stay yang dulunya rame dengan wisatawan sekarang tidak ada satupun yang sewa. Biasanya setiap sore dan pagi hari banyak wisatawan yang jalan-jalan keliling pulau atau ketempat penangkaran penyu sisik, sekarang jalanan sepi.Tidak ada lagi yang mancing dan mandi laut di Pulau Semak daun. Semuanya sekarang sudah tidak ada lagi, karena semuanya harus berada dalam rumah dan dibolehlan keluar apabila ada keperluan penting. Mata pencaharian yang masih bisa diandalkan adalah menangkap ikan kelaut. Dan syukur Alhamdulillah Allah masih mengasih rejeki Ikan yang banyak, yang kebetulan sejak mewabahnya virus corona sedang musim ikan.
Akan tetapi penduduk yang penghasilannya dari sektor wisata sangat memprihatinkan. Banyak yang menganggur karena tidak semua penduduk bisa menangkap ikan kelaut. Kegiatannya sekarang hanya memghabiskan waktu dirumah sambil menunggu berbuka puasa. Banyak para pelajar yang terlambat mengirimkan tugas dari guru dikarenakan tidak adanya quota paket buat internet atau belajar jarak jauh. Yang diharapkan sekarang hanya bantuan dari pemerintah atau instansi Yang memberikan bantuan bahan pokok keperluan sehari-hari.
Dengan adanya Covid -19 telah membuat perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu di sektor pariwisata menjadi mati suri dan tidak ada kegiatan sama sekali. Semoga musibah ini segera berlalu agar masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala. Amiin Ya Robbal Alamin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
