RUMAH BAGONJONG
Setiap daerah mempunyai ciri khas dan budaya yang berbeda-beda, walaupun masih dalam satu nagara. Bahkan dalam satu provinsi masing-masing kabupaten atau kotanya juga punya ciri khas yang berbeda, baik bahasanya, baju adatnya atau bahkan bentuk rumah adatnya juga berbeda.
Di Sumatera barat terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota, dimasing-masing kabupaten atau kota mempunyai cirikhas yang berbeda -beda. Di kabupaten Solok terdapat 14 kecamatan, 74 Nagari dan 403 jorong. Dalam satu kecamatan saja logat bahasanya bisa berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi wilayahnya. Seperti Nagari Cupak dengan Nagari Talang berbeda logat bahasanya, padahal masih dalam satu kecamatan.
Nagari Cupak mempunyai rumah adat yang sangat bagus dan indah sekali, terletak dipinggir jalan raya Solok - Padang. Dahulunya sebelum dibangun jalan baru Solok - Padang di Nagari Cupak, rumah adat tersebut sebagai tempat pariwisata baik wisatwan dari dalam negeri maupu manca negara. Rumah adat tersebut merupakan rumah adat kebanggangaan warga Nagari Cupak. Yang dihuni oleh Orang sangat disegani dan dihormati di Nagari Cupak. Apabila ada rapat-rapat adat yang membahas kemajuan nagari, maka dirumah adat tersebutltah tempatnya.
Namanya rumahnya, rumah bagonjong karena bentuk atapnya yang seperti tanduk kerbau, yang disusun berlapis-lapis sehingga terbentuk atap yang cantik. Dindingnya terbuat dari papan kayu yang diukir dan corak ukirannya mempunyai arti masing-masing. Ada tukang ukir khusus yg bisa mengukir papan dinding rumah adat tersebut dan tidak boleh sembarang Orang. Atap rumah terbuat dari seng agar mudah dalam membuat gojongnya biar kelihatan bagus dan tidak miring. Di depan rumah dikiri kanan nya terdapat rangkiang atau lumbung untuk menyimpan padi yang habis dipanen.
Rumah adat Nagari Cupak terdiri dari beberapa kamar yang peruntukan sudah ditentukan dan tidak sembarangan orang bisa tidur disana. Terdapat juga ruang tamu yang luas dan banyak barang-barang antik peninggalan leluhur sebelumnya. Rumah bagonjong tersebut sudah beberapa kali di renovasi., karena sudah dimakan usia kayu lantainya semakin rapuh dan membahayakan orang yang jalan dirumah tersebut.
Semasa SD saya suka main disana, selain masih saudara dan salah satu cucu pemilik rumah merupakan teman SD dan SMP. Setiap ada ujian selalu belajar bersama dirumah tersebut, tapi bagian belakangnya yang khusus untuk tempat tinggal keluarga, . Belajarnya pada malam hari, menginap disana, dan pulang keesokan harinya.
Sekarang rumah tersebut di jaga dan dirawat oleh keturunan dari pemilik rumah tersebut. Sejak dilakukan renovasi rumah bagonjong teraebut semakin bagus dan cantik. Semoga rumah adat Kebanggaan masyarakat Nagari Cupak tersebut tetap cantik dan megah serta selalu dihati.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
