BERITA DUKA YANG KETIGA KALINYA
Semua umat manusia pasti akan kembali ke sang pencipta, dengan tanpa diketahui kapan dan dimana saatnya tiba. Tinggal persiapan dari umatnya untuk menunggu kedatangan malaikat yang akan menjemput. Kita tidak bisa menolak dan menawar kapan akan dijemput atau ikut serta, karena manusia sudah punya suratan takdir masing-masing. Kita tidak bisa mengatur dalam keadaan apa, dimana dan kapan hal demikian akan terjadi.
Untuk ketiga kalinya mendapatkan kabar yang tidak mengenakan tetapi harus dihadapi dan diterima dengan penuh kesabaran.
Pertama, kakak kandung persis di atas penulis meninggal karena sakit. Sore hari sebelum kabar duka dikabarin kalau dirawat dirumah sakit dan sudah ditangani oleh dokter. Tetapi dini hari mendapat telpon kalau sudah meninggal dunia.. Innalillahi wa innalillahi rojiun hanya itu yang bisa terucap dan karena keadaan yang tidak memungkinkan penulis tidak dapat bertemu walaupun dalam keadaan sudah terbujur kaku sekalipun. Kegiatan prosesi pemakamanpun penulis tidak bisa ikut karena jarak yang menghukum dan hanya ketemu pusara beberapa hari setelahnya. Semoga abang husnul khotimah.Amiin
Kedua, Hari itu dari pagi sampai sore ada kegiatan memperingati hari guru disekolah dan penulis sebagai koordinator kegiatan, Alhamdillah kegiatan berjalan lancar. Magrib lagi duduk istirahat sambil gobrol santai dengan keluarga, masuk telepon dari kakak di Pondok Gede. Dalam hati bertanya-tanya tumben kakak menelpon magrib-magrib.
Kakak, " halo dek ibu udah g ada".
Hanya itu tapi penulis tidak bisa berkata apa-apa kecuali, Innalillahi wa innalillahi rojiun sambil menangis. Malam itu juga cari kapal untuk kedarat jakarta untuk langsung terbang ke kampung.. Tetapi jarak juga yang menghukum penulis untuk tidak bertemu dengan ibu walaupun sudah terbalut baju putih sekalipun. Hanya bisa ketemu pusara yang masih basah dan dipenuhi oleh bunga dan orang-orang yang berduka. Kembali hanya bisa menangis dan memanjatkan doa semoga ibu ketemu bapak dan abang di surga. Amin.
Ketiga, Hari ini pagi-pagi kembali dapat telepon dari adik yang mengabari kalau kakak sulung kami masuk rumah sakit karena jatuh dikamar mandi. Karena sudah siang dan kapal sudah berangkat, penulis hanya bisa memesan tiket kapal berangkat siang. Selagi persiapan untuk berangkat siang dapat kabar duka lagi, abang telah meninggal dunia. Kembali penulis hanya mengucap Innalillahi wa innalillahi rojiun dan harapan untuk bertemu, kembali tidak bisa bertemu walaupun dalam balutan baju suci sekalipun buat menghadap sang chalik.
Ya Allah semoga orang-orang yang saya cintai dan sayangi husnul khotimah dan diterima semua amal ibadah beliau oleh Allah SWT . Amiin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
