CAHAYA TERANG PASTI AKAN DATANG (Part 2)
MASA SEMOLAH MENENGAH
"Guuubraak", ternyata Ardi jatuh tepat disamping Kumbang.
"Aduh sakitnya", rintih Ardi kesakitan.
Kumbang merasa bersalah,"Ardi maaf ya.. tidak sengaja kaki saya menghalangi jalanmu".
Dengan dibantu Kumbang, Ardi pun berdiri dan duduk dibangkunya. Sejak itu Kumbang selalu berhati-hati dan tidak mau menjadi penyebab temannya jadi celaka. Itu kejadian diwaktu mereka kelas satu Sekolah Dasar.
(Enam tahun kemudian)
Sekarang mereka sudah menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama. Dan seragam sekolah mereka sekarang sudah putih biru, bukan putih merah lagi.
Enam tahun berlalu sekarang Mawar sudah tamat dari Sekolah Pendidikan Guru, yang merupakan sekolah setingkat dengan Sekolah Menengah Atas sekarang. Dan Mawar sekarang mencoba melamar kerja di Sekolah Dasar yang masih dekat dengan rumahnya. Dan Alhamdulillah Mawar diterima disekolah dasar dekat sekolahnya waktu SD dulu.
Rumah Kumbang ke sekolahnya jaraknya lumayan jauh, sekitar enam kilometer dari rumahnya. Dikarenakan masalah ekonomi dan motivasi untuk menjadi pintar, jarak tersebut tidak menjadi halangan bagi Kumbang untuk tetap sekolah. Setiap pagi berangkat sekolah dan pulang sekolah disiang hari Kumbang tempuh dengan berjalan kaki. Walaupun ada angkutan desa, tapi untuk mengurangi beban orang tua semuanya dijalani Kumbang dengan senang hati.
"Kumbang sarapan dulu yuk kekantin", ajak Syamsul di depan gerbang sekolah saat ketemu Kumbang.
Kumbang menolak ajakan Syamsul, "maaf Syamsul saya sudah sarapan tadi dirumah sebelum berangkat".
"Ya udah aku ke kantin dulu ya, aku belum sarapan", kata Syamsul.
Setiap istirahat Kumbang juga selalu menolak ajakan teman-temannya untuk jajan di kantin. Pada suatu hari teman sebangku Kumbang bertanya kepada Kumbang.
"Kumbang kenapa kamu tidak pernah saya lihat jajan di kantin", tanya Fahri.
Kumbang pun menjawab," saya tidak punya uang untuk jajan di kantin".
Fahri makin penasaran, " kenapa, memangnya kamu tidak diberi uang jajan ya oleh bapak kamu".
"Dapat sekolah saja saya sudah bersyukur Fahri, bapak saya tidak punya uang cukup untuk jajan hanya ada uang buat bayar SPP setiap bulan", jawab Kumbang.
"Makanya setiap pagi dan siang saya jalan kaki kesekolah, asalkan saya bisa sekolah", tambah Kumbang.
Hal demikian dijalani Kumbang sampai dia dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Atas. Selama enam tahun Kumbang tidak pernah mampir ke kantin sekolah dan dibiasakan sebelum berangkat sekolah untuk sarapan dulu. Makan siang juga dirumah setelah pulang dari sekolah, Begitu juga berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki, kadang kala nasib baik berpihak terhadap Kumbang. Tidak jarang juga temannya yang punya motor searah rumahnya mengajak Kumbang berangkat dan pulang sekolah bareng.
Dengan rasa syukur Kumbang menjalani semuanya, dan dia tetap berprestasi disekolah. Kumbang selalu mendapat rangking di kelas dan bisa membanggakan orang tuanya walaupun hidup serba kekurangan. Dirumah Kumbang jarang makan dengan lauk pauk yang enak, bahkan pernah juga kalau lagi musim paceklik Kumbang dan keluarganya hanya makan nasi pakai garam.
Dari sejak sekolah dasar Kumbang adalah anak yang paling pintar diantara teman-teman bermainnya dirumah. Rumahnya merupakan tempat berkumpul teman-temannya untuk belajar bersama. Sampai mereka duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, mereka tetal belajar bersama walaupun kadang-kadang tempatnya berpindah-pindah.
Akhirnya saat-saat yang tunggu Kumbang tiba, hari ini adalah pengumuman kelulusan bagi siswa kelas tiga di Sekolah Menengah Atas tempat Kumbang bersekolah. (bersambung..)
Tunggu kelanjutannya besok, hasil pengumuman dan kejutan yang akan diterima oleh Kumbang..
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
