Fitria Gustina

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CAHAYA TERANG PASTI AKAN DATANG (Part 3)
Tantangan menulis gurusiana hari ke 63

CAHAYA TERANG PASTI AKAN DATANG (Part 3)

PENGUMUMAN KELULUSAN

Semua siswa siswi kelas tiga Sekolah Menengah Atas tempat Kumbang sekolah dikumpulkan dilapangan oleh wakil kepala sekolah bidang keaiswaan. Karena kepala sekolah akan memberikan arahan sebelum pengumuman kelulusan dibagikan.

" Anak-anak semua, hari ini adalah pengumuman kelulusan dan sebagai awal dari tantangan kamu dalam mengarungi kehidupan yang sesungguhnya. Setelah pengumuman ini apapun hasilnya adalah sebagai penentu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, apakah melanjutkan kuliah atau langsung bekerja, semoga kalian diberikan kelancaran dan semuanya menjadi orang sukses nantinya, Amiin". demikian sebagian arahan dari kepala sekolahnya.

Tibalah saatnya pembagian amplop pengumuman kelulusan, masing-masing dapat satu amplop. Dilarang membuka amplop sebelum ada perintah maka semuanya sudah ketakutan dengan hasil yang akan diperoleh. Pada saat disuruh buka dan membaca hasil, Kumbang tertunduk lesu dengan hasil yang tertera dalam amplop pengumuman. Dia dinyatakan tidak lulus.

"kumbang kamu kenapa, lesu sekali setelah membaca pengumuman", kata wali kelasnya.

Dengan sedih kumbang menjawab," pak kenapa saya tidak lulus, padahal saya sudah belajar dan bisa mengerjakan semua soal ujian nasional dengan baik".

"Bapak juga kurang tau nak, padahal kamu anak pintar selalu mendapat rangking dikelas". Jawab wali kelasnya

"Saya harus ngomong apa sama orang tua saya pak, saya telah mengecewakan mereka pak", mata Kumbang sudah mulai berlinang

Akhirnya wali kelasnya menyemangati Kumbang, " baiklah bapak mau ngadap ke bagian kurikulum dulu untuk cek data kamu, sebentar ya",

Wali kelasnya pergi kekantor untuk cek data kelulusan siswa ke bagian kurikulum.

Terdengar pengumuman dari pusat informasi," pengumuman bagi anak yang bernama Kumbang kelas 3 Biologi B agar segera kekantor kepala sekolah".

Kumbang semakin ketakutan dengan hasil yang dia dapat dan panggilan harus menghadap keruang kepala sekolah. Dengan perasaan takut dan sedih, Kumbang pergi keruang kepala sekolah dengan langkah gemetar. Karena selama sekolah dari SD sampai sekarang SMA baru sekali ini harus masuk ruang kepala sekolah.

"Sini Kumbang masuk dan duduk disini," perintah kepala sekolah sambil menunjuk kursi yang ada didepan meja kepala sekolah

Dengan ketakutan Kumbang mengikuti perintah kepala sekolah, dan disana juga sudah ada para wakil kepala sekolah serta wali kelasnya juga.

"Begini nak.. Kamu sudah melihat pengumuman yang diamplop", tanya kepala sekolah

Kumbang hanya bisa mengangguk sambil menunduk, dia sudah mulai menangis karena sudah terbayang wajah orang tuanya akan sangat sedih sekali melihat hasil yang didapat oleh anaknya.

Kepala sekolah melanjutkan pembicaraannya," baik lah Kumbang bapak dan para guru juga sedih dengan hasil pengumuman yang kamu dapat, karena kamu termasuk anak yang berprestasi disekolah".

Kumbang semakin menunduk mendengarkan pembicaraan kepala sekolahnya dan sekali-kali dia mulai menghapus air matanya. "Ya Allah cobaan apa yang telah engkau berikan pada hambamu yang kecil ini dan kasihanilah orang tua hamba ya Allah", rintihnya dalam hati.

Kepala sekolah semakin merasa bersalah melihat keadaan Kumbang.

"Kumbang maafin bapak ya.. tadi telah terjadi kesalahan dalam pengetikan nomor ujian dalam hasil pengumuman, waktu mengetik ternyata nomor ujian kamu tertukar dengan nomor ujian anak yang dinyatakan tidak lulus".lanjut kepala sekolah

"Sebenarnya kamu dinyatakan lulus, selamat ya", sambil mengulurlan tangan ke Kumbang.

Tanpa mempedulikan uluran tangan kepala sekolah, Kumbang langsung sujud syukur dilantai sambil menanggis.

"Terima kasih Ya Allah, hambamu masih dikasih kesempatan untuk bisa berbakti kepada orang tua hamba", ungkap Kumbang sambil bersujud syukur

Semua yang ada diruangan juga ikut menanggis, tidak terkecuali juga kepala sekolahnya semuanya terharu melihat Kumbang. Mereka juga kasihan kepada Kumbang atas kesalahan yang terjadi, karena diwaktu rapat kelulusan sudah ditetapkan kalau yang tidak lulus dua orang. Tapi anak yang tidak lulus bukan atas nama Kumbang. Setelah ditelusuri ternyata terjadi kesalahan dalam pengetikan nomor ujian, nomor ujian Kumbang tertukar dengan nomor ujian anak yang dinyatakan tidak lulus.

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum memyerahkan amplop yang berisikan pengumuman kelulusan yang benar. Kumbang menerima dan membuka amplop dengan perasaan senang dan bahagia. Kepala sekolah merangkul Kumbang, sebagai tanda ikut merasakan kebahagiaan kumbang. Dan kembali kepala sekolah mengeluarkan sebuah amplop lagi dan menyerahkan kepada kumbang.

Amplop apakah yang diterima kumbang..?

Tunggu kelanjutannya besok dan lebih seru lagi..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post