Fitria Gustina

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CAHAYA TERANG PASTI AKAN DATANG (Part 4)
Tantangan menulis gurusiana hari ke 64

CAHAYA TERANG PASTI AKAN DATANG (Part 4)

MENUNTUT ILMU DI PERANTAUAN

Kumbang menerima amplop yang diberikan oleh kepala sekolah, dan membukanya dengan perasaan penuh tanda tanya. Setelah dibuka ternyata terdapat surat pemberitahuan dan membuat Kumbang antara bahagia dan sedih membaca isi surat tersebut. Karena sudah terbayang orang tuanya pasti akan sedih mendengar kalau ada surat pemberitahuan tersebut.

"Selamat ya Kumbang kamu dinyatakan lulus sebagai siswa undangam di Universitas Negeri", ucapan selamat dari kepala sekolahnya

Kumbang dengan lesu menjawab," makasih pak".

Melihat reaksi Kumbang yang sedih, kepala sekolah kembali menanya Kumbang," kamu akan ambilkan kesempatan baik ini".

"Belum tau pak, saya sangat berkeinginan sekali untuk melanjutkan sekolah sampai kuliah pak".Jawab Kumbang.

Lanjut Kumbang," saya tanya orang tua saya dulu pak".

"Baiklah, tanya orang tuanya dulu dan bapak sangat berharap kamu melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi apalagi kamu sudah punya kesempatan".tambah kepala sekolahnya.

"Iya pak, terima kasih dan saya mohon ijin pulang dulu pak", pamit Kumbang

Perasaan Kumbang semakin binggung karena dia sangat berkeinginan sekali mau melanjutkan kuliah dan bisa membanggakan orang tuanya. Kumbang pulang sekolah langsung menemui bapaknya disawah.

"Bapak saya lulus", teriaknya dari pematang sawah.

Bapaknya menghampiri Kumbang,"syukur Alhdulillah nak, bapak senang mendengarnya".

"Tapi pak saya juga dinyatakan sebagai siswa undangan dari Universitas Negeri pak".lanjut kumbang dengan ragu sambil menunduk.

Bapaknya juga merasakan kegalauan yang dialami anaknya. Sambil memgelus kepala anaknya bapak kumbang berkata,

"Bagaimana lagi nak kita orang tidak punya, kamu kuliah biaya dari mana "?.

"iya pak", jawab Kumbang sambil menahan tanggis, karena dia tidak mau bapaknya juga ikut sedih.

Akhirmya Kumbang pulang kerumahnya dan didepan pintu dia berpapasan dengan ibunya. Melihat Kumbang sedih ibunya pun bertanya

"kenapa Kumbang kamu sedih, apakah kamu tidak lulus nak".

"Saya lulus bu, hanya saya juga mendapatkan surat pemberitahuan kalau saya terpilih sebagai siswa undangan yang akan melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri bu", jawab Kumbang

"Alhamdulillah nak kalau kamu lulus", lanjut ibunya

"Tapi bu bagaimana dengan siswa undangannya bu, saya ingin sekali kuliah bu", kata Kumbang sambil berharap

"Nanti ibu coba bicara dengan kakek kamu ya, siapa tau kakek kamu mau bantu", hibur ibunya.

Lalu Ibu Kumbang pergi kerumah bapaknya yang tidak terlalu jauh dari rumah Kumbang. Sesampai disana Ibunya menceritakan semuanya ke bapaknya dan akhirnya kakek Kumbang memberikan jawaban yang sangat membahagiakan. Kakek Kumbang termasuk keluarga yang berkecukupan, memiliki banyak sawah dikampungnya.

Akhirnya Kumbang bisa melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Negeri dan semua biaya pendaftaran dan SPP ditanggung oleh kakek Kumbang. Karena didaerah tempat Kumbang kuliah ada pamannya yang tinggal disana dengan keluarganya. Untuk mengurangi beban biaya selama kuliah Kumbang pada awalnya tinggal dirumah pamannya.

Akan tetapi selama menumpang dirumah pamannya, Kumbang harus membantu pekerjaan rumah tangga dirumah Pamannya. Setiap pagi Kumbang harus menimba air sumur untuk mandi keluarga pamannya, mencuci mobil, menyapu rumah, sampai mencuci piring sudah menjadi kegiatan rutin yang harus dilakukan oleh Kumbang. Kadang kala kalau masuk kuliah pagi, dia sering terlambat masuk,karena harus menyelesaikan semua pekerjaannya dulu baru bisa pergi kuliah. Semua harus dilakukan agar tetap bisa tinggal dirumah tersebut, walaupun disadari Kumbang kalau sebenarnya istri pamannya kurang menyukai Kehadiran kumbang dirumahnya.

Setiap bulan Kumbang selalu dikirimin oleh kakeknya untuk biaya kuliah dan uang belanja untuknya. Akan tetapi sering uang kiriman kakeknya tidak sampai ke Kumbang. Uang bayaran SPP Kumbang sering nunggak dan akhirnya dia mengambil keputusan untuk hidup mandiri. Kumbang minta ijin kepada pamannya untuk mencari tempat kosan dan ingin hidup mandiri.

Kumbang tinggal ditempat kosan bersama dengan mahasiswa dari Universitas yang sama walaupun beda jurusan. Satu kamar berisi lima orang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Untuk kebutuhan kuliah dan biaya hidup sehari-hari Kumbang mencari pekerjaan sampingan. Mulai dari membantu cuci piring dirumah makan dekat kampus, jadi tukang parkir sampai menjadi agen penumpang angkot diterminal. Kalau bulan puasa maka Kumbang akan berjualan buah-buahan dan es buah untuk berbuka puasa agar dapat menambah uang sehari-hari dan bayaran uang kuliahnya. Apapun pekerjaan akan dilakukan asalkan halal dan bisa menyelesaikan kuliahnya tepat pada waktunya. (bersambung)

Sanggupkah Kumbang melanjutkan kuliahnya sampai selesai..??

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post