Fitria Gustina

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CERITA DI HARI SELASA TANGGAL 20 MEI 2025

CERITA DI HARI SELASA TANGGAL 20 MEI 2025

Tanggal 20 Mei 2025 jatuh pada hari Selasa bertepatan dengan kegiatan MGMP Ekonomi di wilayah Jakarta Timur dan mengikuti upacara memperingati hari Kebangkitan Nasional serta kegiatan demo pengendara ojek Online se DKI Jakarta. Bagi yang membaca pasti bertanya-tanya apa hubungannya.

Jadi hubungannya adalah anak saya berangkat sekolah setiap pagi menggunakan jasa ojek online berhubung lagi demo maka sayalah yang mengantarkannya kesekolah di SMP sekitar daerah Lubang Buaya. Berangkat mengantarkan anak pergi sekolah sudah dimulai dengan berbagai drama diperjalanan.

Pertama ditinggalkan oleh angkot yang masih kosong penumpang dari tempat biasa dia ngetem padahal saya sudah hampir mendekati angkot tersebut setelah berjalan sekitar 70 meter. Setelah dapat angkot terjadi drama kedua mengalami kemacetan di dekat Monumen Pancasila Sakti. Sampai sekolah anak saya tinggal 10 menit lagi waktu pelaksanaan upacara, akhirnya atas seijin kepala sekolah saya ikut upacara di SMP tempat anak saya sekolah.

Karena bukan guru disekolah tersebut, maka saya menjadi pusat perhatian bagi para guru dan siswa disekolah tersebut.

"Selamat pagi ibu, apakah ibu guru baru disekolah ini", tanya salah seorang guru .

Saya menjawab," bukan ibu, saya hanya mau numpang upacara saja karena tadi sekalian mengantarkan anak saya sekolah disini".

" Saya kira ibu guru baru yang mau menggantikan guru pensiun", lanjut guru tersebut.

"Bukan ibu," jawab saya sambil tersenyum.

Setelah selesai pelaksanaan upacara, anak saya mendekat dan berkata,

"Mama tadi teman-teman adek bertanya-tanya tentang mama," katanya

" Adek jawab tidak pertanyaan teman-temannya," kata saya

"Ada yang bilang mama sebagai guru baru," tambahnya lagi.

Saya menjawab dengan tersenyum karena saya sudah yakin anak saya pasti sudah menjawab dengan benar.

Dari SMP lanjut perjalanan lagi ke SMAN 48 Jakarta di daerah Pinang Ranti guna mengikuti kegiatan MGMP dan kegiatannya berjalan dengan lancar . Kegiatan selesai sekitar jam 12 siang dan masih ada kesempatan untuk kembali ke sekolah tempat saya mengajar. Dengan menumpang motor teman sesama guru ekonomi dari sekolah yang sama, akhirnya sampailah dengan selamat di tempat tujuan yaitu SMAN 61 Jakarta. ( Terima kasih Bu Denny atas tumpangannya 🙏)

Rutinitas bagi ibu-ibu guru yang berada di ruang guru lantai 2 setelah azan berkumandang adalah sholat berjamaah. Berhubung datangnya sudah sekitar jam 12.45 WIB dan pasti kegiatan sholat berjamaah sudah selesai. Setelah ambil wudhu langsung melaksanakan sholat sunat Qobliyah Dzuhur sebanyak 2 rakaat. Pada saat rakaat kedua datanglah ibu-ibu yang mau sholat juga dan setelah memakai mukenah beliau menyentuh pinggang saya. Karena kaget saya jadi tidak khusyuk lagi, antara melanjutkan atau menghentikan sholat untuk kasih tahu jika saya baru melaksanakan sholat sunat. Tapi karena sudah mau rukuk di rakaat kedua maka saya lanjutkan saja.

Setelah mengucapkan salam di Hatayatul akhir, yang jadi Makmun saya melanjutkan rakaat yang tertinggal dan saya berinisiatif untuk menyampaikan permohonan maaf.

" Ibu maaf saya baru sholat Sunat belum sholat Fardhu," kata saya

Ibunya langsung berhenti sholat dan menjawab, " apa bu kirain saya ibu tadi sudah sholat Dzuhur"

Lanjut saya, " belum Bu saya baru sholat sunat Qobliyah Bu"

" Allahuakbar Allahuakbar Asyhadu Alla Ilaha illallah," ibunya langsung menjawab dengan melafalkan qomat sebelum sholat Dzuhur dimulai. Jadilah saya sebagai imam sholat Dzuhur berjamaah berdua dengan ibu Imas ternyata.

Alhamdulillah masih berkesempatan untuk sholat Dzuhur berjamaah walaupun hanya berdua. Maafkan saya Ya Allah jika sholat sunat saya tadi tidak khusyuk, semoga ibadah kami berdua dicatat oleh malaikat sebagai amal ibadah hari ini. Aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post