MELENYAPKAN RASA TAKUT
Hampir semua orang pernah merasa takut. Takut dikecewakan, takut dikhianati, takut dicaci-maki, takut salah, takut kehilangan seseorang yang dicintai, dan sebagainya. Perasaan ini muncul ketika hal itu sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Ini sebuah realita yang tidak bisa dihindari. Rasa takut itu merupakan momok yang senantiasa mengganggu kita. Tetapi mengapa masih juga kita memeliharanya? Mengapa kita biarkan ia tetap merajai kita? Sebenarnya, sebagaimana kita sendiri menciptakan rasa takut itu, kita pun dapat menguasainya. Dengan akal sehat kita bisa menentangnya. Memang tidaklah mudah untuk melakukan hal itu. Tetapi dengan latihan-latihan kita akan bisa melawan rasa takut itu sedikit demi sedikit. Wahyuni, seorang siswi pada salah satu SMA, satu bulan ia mendapat tugas untuk berpidato, dan ia pun menyanggupinya. Kendati demikian, mungkin karena ia seorang yang sangat berperasaan (agak pemalu), ia selalu merasa takut dan was-was, kalau nanti tidak bisa menjalankan tugasnya dengan sempurna. Semakin mendekati hari ia membawakan pidatonya, semakin bertambah-tambahlah kekuatirannya. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, kegembiraannya pun sirna. Gelisah selalu membayanginya, takut kalau nanti tiba saatnya, ia akan membuat suatu kekeliruan yang mengecewakan. Takut mendapat malu dari teman-temannya . Begitulah selama satu bulan itu, Wahyuni benar-benar tersiksa batinnya. Rasa takut gagal itu membuatnya menderita. Lalu bagaimanakah cara melenyapkan rasa takut itu? Beberapa cara berikut mungkin bisa menjadi tips:
1. Tenangkan diri (pikiran) , mengambil waktu istirahat sejenak.
2. Mengidentifikasi apa yang membuat kita takut, mengetahui apa yang kita takutkan dapat membantu untuk mengganti pemikiran-pemikiran yang ketakutan berlebihan.
3. Hadapilah hal yang menimbulkan ketakutan, mengalami langsung apa yang ditakuti dapat membantu kita untuk merespons dan beradaptasi serta mencari cara untuk menangani situasi yang membuat ketakutan.
4. Berbagi kisah dengan teman/sahabat, bersyukur dan jangan menghindar.
5. Menyegarkan pikiran dengan jalan-jalan ke tempat wisata atau tepi pantai.
Mencurahkan pikiran untuk kesuksesan, tentu kepercayaan pada diri sendiri akan semakin tebal dan pada saatnya nanti dia betul-betul bisa ber-acting dengan baik.
Oleh: Fransiskus Sutardi, S.Pd
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan